Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi pemasaran politik anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melalui dokumentasi kegiatan dan pengelolaan konten di media sosial Instagram dan TikTok. Latar belakang penelitian adalah rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap DPR yang dipengaruhi oleh kurangnya transparansi dan komunikasi yang efektif. Tujuan penelitian adalah menganalisis penerapan strategi push, pull, dan pass marketing dalam membentuk citra politik dan meningkatkan keterlibatan publik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi push marketing efektif dalam penyampaian informasi rutin dan terstruktur, pull marketing mengoptimalkan kreativitas untuk menarik audiens muda, dan pass marketing membangun kedekatan emosional serta loyalitas jangka panjang. Kesimpulannya, penerapan ketiga strategi secara terpadu memperkuat citra legislatif yang transparan, kredibel, dan humanis, serta dapat menjadi model komunikasi politik yang adaptif di era digital.
Copyrights © 2025