Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi implementasi komunikasi dua arah dalam praktik Public Relation (PR) pada organisasi keagamaan Islam. Meskipun PR seringkali diasosiasikan dengan penyebaran pesan satu arah (Tabligh), penelitian ini berargumen bahwa model komunikasi yang efektif dan Islami haruslah berbasis pada model dua arah simetris yang didukung oleh prinsip-prinsip normatif Islam seperti musyawarah, dialog, dan adab (etika). Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini menggunakan data dari wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen untuk memetakan saluran umpan balik (digital dan tradisional) serta mekanisme respons organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi yang berhasil mengintegrasikan masukan publik (umpan balik) ke dalam proses pengambilan keputusan dan program dakwah mengalami peningkatan signifikan dalam citra, reputasi, dan kredibilitas. Lebih lanjut, penerapan komunikasi dua arah simetris terbukti berkontribusi langsung pada efektivitas program dakwah dan kemampuan organisasi dalam mengurangi mispersepsi atau konflik dengan stakeholder. Kesimpulannya, komunikasi dua arah bukan hanya strategi manajemen modern, tetapi juga kewajiban etis yang mengukuhkan peran organisasi keagamaan sebagai lembaga yang responsif dan relevan bagi kemaslahatan umat.
Copyrights © 2025