Penggunaan plastik geomembran pada proses pembuatan garam telah efektif digunakan sejak tahun 2012 dan mampu meningkatkan produksi garam hampir 100%. Plastik geomembran adalah lembaran polimer yang relatif tipis dan saling berhubungan. Plastik geomembran digunakan berulang kali selama kurang lebih 2 tahun dan terkena sinar matahari. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jejak komponen polimer geomembran pada garam dengan alas pengering plastik geomembran yang disebabkan oleh penyinaran UV langsung dari matahari. UV-Visible digunakan untuk mendeteksi adanya jejak komponen polimer dan menentukan gugus fungsi komponen polimer menggunakan spektroskopi FTIR. Hasil identifikasi UV Visible air asin dan air destilat tercemar menunjukkan adanya dua unsur kimia yang bermigrasi dan identifikasi FTIR sampel menunjukkan puncak serapan pada 3874-3209 cmˉ¹ O-H, 3059-2782 cmˉ¹ C-H, 1709-1509 cmˉ¹ C=C, 1378 cmˉ¹ CH₃ dan 1224-1068 cmˉ¹ C-C. Molekul plastik geomembran yang diduga bermigrasi ke garam dengan alas pengering plastik geomembran adalah co-polimer geomembran HDPE dan aditif antioksidan Irganox 1330.
Copyrights © 2022