Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam stearat dan selulosa dari limbah padat pengolahan tapioka terhadap karakteristik biokomposit foam tapioka dan glukomanan serta menentukan konsentrasi asam stearat dan selulosa dari limbah padat pengolahan tapioka yang optimal sehingga dihasilkan karakteristik biokomposit foam tapioka dan glukomanan yang terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor I adalah konsentrasi asam stearat yang terdiri dari 3 taraf (2% ; 4% ; 6%). Faktor II adalah konsentrasi asam maleat anhidrida yang terdiri dari 3 taraf yaitu (2,5%; 5%; 7,5%). Variabel yang diamati yaitu kekuatan tarik/tegangan putus (tensile strength), densitas (kerapatan massa), ketahanan sobek, pampat tetap (compression set), ketebalan, swelling, dan waktu biodegradasi (biodegradation time). Hasil penelitian menunjukan konsentrasi asam stearat berpengaruh sangat nyata terhadap kuat tarik, ketahanan sobek, pampat tetap, swelling, biodegradasi, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap densitas dan ketebalan. Konsentrasi selulosa berpengaruh sangat nyata terhadap kuat tarik, ketahanan sobek, pampat tetap, swelling, biodegradasi dan berpengaruh nyata terhadap ketebalan, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap densitas. Interaksinya berpengaruh sangat nyata terhadap kuat tarik, ketahan sobek, pampat tetap, swelling, biodegradasi, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap densitas dan ketebalan. Konsentrasi asam stearat 6% dan selulosa 5% menghasilkan biokomposit foam terbaik dengan nilai kuat tarik 0,69 N/cm2, ketahanan sobek 0,49 N/cm2, densitas 0,20 g/ml, pampat tetap 7,61%, ketebalan 10,27 mm, swelling 0,55%, dan waktu degradasi selama 13,67 hari.
Copyrights © 2022