Indonesia merupakan produsen karet terbesar kedua di dunia dengan luas lahan 3,55 juta hektar. Salah satu penentu produktivitas tanaman karet adalah kualitas pertumbuhan bibit. Selain varietas, jenis tanah, dan pupuk, ketersediaan air sangat penting dalam pertumbuhan bibit. Penyiraman yang tepat pada tahap pembibitan sangat penting untuk memastikan pertumbuhan optimal dan keberhasilan budidaya. Saat ini, selain mengandalkan air hujan, bibit karet juga disiram secara manual. Penyiraman manual memiliki kelemahan dalam kepastian jumlah dan frekuensi penyiraman, sehingga selain penggunaan air yang tidak efisien, juga dapat merugikan pertumbuhan bibit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat prototipe, dan menguji sistem penyiraman otomatis berbasis sensor kelembaban tanah yang terintegrasi dengan platform IoT. Sistem ini dirancang untuk menjaga kelembaban tanah sesuai kebutuhan bibit karet dan memungkinkan pemantauan dan pengendalian jarak jauh melalui smartphone. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, melalui tahapan desain perangkat keras, kalibrasi sensor dan penentuan rumus, pengembangan perangkat lunak, dan uji fungsional. Pada kalibrasi sensor, hasil pengukuran sensor dibandingkan dengan pengukuran kadar air tanah menggunakan metode grafimatri. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem berhasil berfungsi sesuai spesifikasi target, dengan akurasi 97,13%. Sistem ini dapat mengatur pengoperasian pompa air berdasarkan kadar air tanah optimal untuk bibit karet, yaitu mempertahankan batas minimum 30% dan maksimum 70%. Sistem ini dapat dijalankan dan dipantau secara otomatis atau dikendalikan dari ponsel secara real time melalui internet menggunakan aplikasi Blynk.
Copyrights © 2025