Era digital telah menghadirkan peluang sekaligus tantangan besar bagi perusahaan, khususnya terkait isu reputasi yang cepat menyebar melalui media online. Krisis reputasi dapat muncul secara tiba-tiba akibat pemberitaan negatif, komentar konsumen, atau penyebaran informasi yang tidak akurat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi krisis yang diterapkan perusahaan dalam merespons isu reputasi di media online. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada beberapa perusahaan yang pernah mengalami krisis reputasi di Indonesia. Data diperoleh melalui dokumentasi media, wawancara, serta analisis konten digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi krisis yang efektif meliputi kecepatan respons, keterbukaan informasi, konsistensi pesan, serta pemanfaatan media sosial sebagai saluran klarifikasi. Selain itu, keberhasilan strategi juga dipengaruhi oleh kesiapan tim manajemen krisis, perencanaan komunikasi yang matang, serta hubungan baik dengan stakeholder. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi krisis di era digital tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pemulihan reputasi, tetapi juga sebagai instrumen penting untuk menjaga kepercayaan publik jangka panjang.
Copyrights © 2025