Kualitas tanah dan air merupakan faktor penting yang menentukan keberlanjutan produksi pertanian dan keseimbangan ekosistem. Namun, praktik pertanian modern yang intensif seringkali memberikan dampak negatif, seperti degradasi tanah, pencemaran air, serta berkurangnya biodiversitas mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai praktik pertanian, termasuk penggunaan pupuk kimia, pestisida, dan sistem irigasi terhadap kualitas tanah dan air. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi lapangan dengan pengambilan sampel tanah dan air di area pertanian intensif serta analisis laboratorium untuk mengukur parameter fisik, kimia, dan biologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk berlebihan meningkatkan kandungan nitrat dan fosfat di tanah serta memicu eutrofikasi pada perairan. Sementara itu, pestisida berkontribusi terhadap penurunan kualitas mikrobiologi tanah dan berdampak negatif pada organisme akuatik. Kesimpulan penelitian ini menegaskan perlunya penerapan praktik pertanian berkelanjutan seperti pertanian organik, rotasi tanaman, dan sistem irigasi ramah lingkungan untuk menjaga kualitas tanah dan air. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang lebih bijaksana.
Copyrights © 2025