Kabupaten Lombok Tengah menjadi salah satu daerah dilaksanakannya program korporasi petani komoditas jagung dikarenakan kondisi geografis yang potensial untuk pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya produksi jagung, pendapatan bersih yang diterima petani dan bagaimana kelayakan usahatani jagung di Kabupaten Lombok Tengah. Ukuran sampel ditentukan dengan quota sampling sebanyak 140 petani. Teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling. Metode analisis menggunakan persamaan R/C ratio. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi usahatani jagung bukan calon peserta korporasi petani sebesar Rp9.764.000/hektar/musim tanam. Sedangkan biaya produksi rata-rata usahatani jagung calon peserta korporasi petani sebesar Rp10.195.000/hektar/musim tanam. Adapun pendapatan bersih rata-rata petani bukan calon peserta korporasi sebesar Rp14.604.500/hektar/musim tanam. Sedangkan pendapatan bersih rata-rata petani calon peserta korporasi sebesar Rp18.239.000/hektar/musim tanam. Terakhir, usahatani jagung di Kabupaten Lombok Tengah untuk petani bukan calon peserta pada 1 musim tanam diperoleh R/C ratio = 1,99. Sedangkan untuk petani calon peserta pada 1 musim tanam diperoleh R/C ratio = 2,17.
Copyrights © 2026