Demokrasi Indonesia menghadapi tantangan signifikan yang mengarah pada gejala resesi demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelemahan Civic Culture (budaya kewarganegaraan) sebagai faktor prediktif utama dari kemunduran ini, dengan fokus pada dua indikator sentral: kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dan perubahan pola partisipasi politik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis data sekunder dari lembaga survei kredibel serta laporan riset akademik, penelitian ini menunjukkan adanya penurunan tingkat kepercayaan publik secara gradual dalam satu dekade terakhir, yang diperparah oleh polarisasi politik dan penyebaran disinformasi. Di sisi lain, partisipasi politik konvensional yang berbasis pada keterlibatan diskursif di ruang publik mulai tergantikan oleh mobilisasi digital yang rentan terhadap sentimen primordial dan populisme. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelemahan nilai-nilai kewarganegaraan seperti kepercayaan interpersonal, toleransi, dan komitmen terhadap proses demokrasi secara langsung berkontribusi pada penurunan kualitas demokrasi di Indonesia. Pelemahan Civic Culture ini memanifestasikan dirinya dalam bentuk delegitimasi institusi demokrasi, penguatan politik identitas, dan menyusutnya ruang bagi masyarakat sipil yang kritis. Oleh karena itu, revitalisasi Civic Culture menjadi prasyarat krusial untuk membendung laju resesi demokrasi dan mengkonsolidasikan kembali fondasi demokrasi Indonesia.
Copyrights © 2025