Tugu Perang Dunia II Manado merupakan salah satu monumen bersejarah yang memiliki peran penting dalam merekam memori kolektif masyarakat atas peristiwa Perang Dunia II, khususnya invasi Jepang dan serangan balik Sekutu di wilayah Manado. Penelitian ini bertujuan mengungkap kembali sejarah pembangunan tugu, memaknai simbolisme arsitekturnya, serta menilai kontribusinya sebagai sumber sejarah yang dapat memperkuat kesadaran masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dengan juru pelihara tugu, analisis dokumen sejarah, serta observasi langsung pada struktur fisik monumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tugu ini dibangun pada 1946 oleh Sekutu sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban perang, dan dirancang oleh arsitek Ir. Van den Bosch dengan gaya kolonial yang sarat nilai simbolis. Elemen-elemen seperti kubus persembahan, lubang-lubang tembakan, dan struktur bertingkat mencerminkan pengorbanan, kekerasan perang, dan ketabahan masyarakat Manado pada masa pendudukan. Meski memiliki nilai historis dan edukatif yang tinggi, tugu ini belum diresmikan secara resmi oleh pemerintah dan kini mengalami penurunan perhatian, baik dari sisi perawatan maupun pemanfaatan sebagai media pembelajaran sejarah. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian dan revitalisasi tugu sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya lokal. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman publik, memperkuat identitas sejarah Kota Manado, serta mendorong pengembangan wisata sejarah yang berkelanjutan
Copyrights © 2025