Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa PPKn terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran serta menganalisis bagaimana modal sosial membentuk pemaknaan mereka terhadap teknologi tersebut. Latar belakang penelitian ini berangkat dari semakin meluasnya integrasi AI dalam dunia pendidikan yang tidak hanya menghadirkan peluang inovasi, tetapi juga menimbulkan tantangan etika, sosial, dan pedagogis, khususnya dalam pembelajaran berbasis nilai seperti PPKn. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman mahasiswa melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dengan analisis mengacu pada Social Capital Theory Bourdieu yang menekankan dimensi jaringan, norma, dan kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang AI sebagai alat bantu pragmatis yang memberikan kemudahan instan, namun secara bersamaan menciptakan ketergantungan yang berdampak pada menurunnya kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta ketertarikan terhadap literatur cetak. Modal sosial terbukti memainkan peran signifikan dalam membentuk persepsi tersebut; mahasiswa dengan jaringan sosial kuat lebih adaptif dan positif dalam menggunakan AI, sementara norma kelompok dan tingkat kepercayaan terhadap dosen atau teman sebaya turut memengaruhi cara mereka memaknai teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi mahasiswa terhadap AI bukanlah produk individual semata, melainkan konstruksi sosial yang mencerminkan dinamika interaksi akademik dalam konteks pembelajaran PPKn.
Copyrights © 2025