Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi secara mendalam implementasi tata kelola kolaboratif (Collaborative Governance) dalam bingkai Pentahelix guna mengakselerasi penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Bekasi. Pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif digunakan sebagai metode, didukung oleh teknik pengumpulan data berupa studi dokumen serta wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan utama dari Pemerintah (Bappeda, Dinas Kesehatan), Dunia Usaha, dan Akademisi. Hasil penelitian menunjukkan adanya keberhasilan Kabupaten Bekasi dalam mereduksi prevalensi stunting secara berarti, dari 23,2% (2023) menjadi 18,2% (2024). Penurunan ini menunjukkan dampak positif dari kolaborasi yang dijalankan. Namun demikian, kolaborasi tersebut masih bersifat kolaborasi mandat, dengan Pemerintah berperan sebagai inisiator yang dominan. Secara humanis, kontribusi sektor swasta melalui skema CSR terbukti sangat krusial, berhasil meningkatkan berat badan balita penerima intervensi hingga 37%-40%, mencerminkan kepedulian bersama terhadap tumbuh kembang anak. Di sisi lain, tantangan struktural teridentifikasi, yaitu fragmentasi koordinasi akibat ketiadaan forum kolektif rutin dan lemahnya pemahaman bersama (shared understanding) di antara aktor Pentahelix mengenai esensi masalah lokal. Simpulan penelitian ini menekankan pentingnya formalisasi forum multi-pihak yang terpadu dan berkelanjutan sebagai prasyarat fundamental untuk membangun komitmen kolektif, menyelaraskan aksi secara terintegrasi, dan memperkuat sinergi Pentahelix demi keberlanjutan masa depan generasi di Kabupaten Bekasi.
Copyrights © 2025