JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Vol 6, No 2 (2024):

Penggunaan Daun Sirih Sebagai Desinfektan Terhadap Daya Hidup Embrio, Daya Tetas dan Mortalitas Embrio Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB)

Herwin Herwin (Unknown)
Rahim Aka (Unknown)
Hamdan Has (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Apr 2024

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya hidup embrio, daya tetas dan mortalitas embrio ayam KUB menggunakan jus daun sirih sebagai bahan desinfektan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan dan setiap ulangan terdiri atas 8 butir telur. Perlakuan yang dicobakan adalah P0 tanpa pencelupan daun sirih, P1 pencelupan telur pada 5% ekstrak daun sirih, P2 pencelupan telur pada 10% ekstrak daun sirih, P3 pencelupan telur pada 15% ekstrak daun sirih. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah daya hidup embrio, daya tetas dan mortalitas embrio. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji Duncan’s multiple range test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase daya hidup embrio pada penelitian ini berturut-turut 68,00% (P0), 71,20% (P1), 81,60% (P2), dan 79,20% (P3). Rataan presentase mortalitas pada masing-masing perlakuan adalah 34,80% (P0), 37,60% (P1), 34,40% (P2), dan 24,20% (P3). Rataan presentase daya tetas adalah 65,20% (P0), 62,40 (P1), 66.20 (P2), dan 76,00% (P3). Perlakuan pencelupan menggunakan jus daun sirih berpengaruh nyata terhadap daya hidup embrio dan daya tetas, tetapi tidak berpengaruh nyata pada mortalitas embrio. Penggunaan 15% jus daun sirih sebagai desinfektan telur tetas menujukan daya hidup embrio dan daya tetas yang optimum dan dapat meningkatkan daya hidup dan mortalitas embrio. Kata Kunci: ayam KUB, daya hidup embrio, daya tetas, mortalitas embrio. Abstract: This study aims to evaluate embryo viability, hatchability and mortality of KUB chicken embryos using betel leaf juice as a disinfectant. The design used in this study was a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replicates and each replicate consisted of 8 eggs. The treatments were P0 without betel leaf immersion, P1 egg immersion in 5% betel leaf extract, P2 egg immersion in 10% betel leaf extract, P3 egg immersion in 15% betel leaf extract. The variables measured in this study were embryo viability, hatchability and embryo mortality. The data obtained were tabulated and analyzed using analysis of variance and Duncan's multiple range test (DMRT). The results showed that the percentage of embryo viability in this study was 68.00% (P0), 71.20% (P1), 81.60% (P2), and 79.20% (P3), respectively. The average percentage of mortality in each treatment was 34.80% (P0), 37.60% (P1), 34.40% (P2), and 24.20% (P3). The average percentage of hatchability was 65.20% (P0), 62.40 (P1), 66.20 (P2), and 76.00% (P3). The immersion treatment using betel leaf juice has a significant effect on embryo survival and hatchability, but has no significant effect on embryo mortality. The use of 15% betel leaf juice as a disinfectant of hatching eggs showed optimum embryo viability and hatchability and could increase embryo viability and mortality. Keywords: KUB chicken, embryo viability, hatchability, embryo mortality.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

jipho

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology

Description

Fokus JIPHO mempublikasikan hasil penelitian original dan artikel tentang peternakan tropis seperti sapi, kambing, kerbau, babi, domba, kelinci, kuda, ayam, itik, angsa, puyuh, dan aneka ternak lainnya. Ruang lingkup Ruang lingkup JIPHO meliputi pemuliaan dan genetika, reproduksi, fisiologi, ...