Jurnal Siartek
Vol 5 No 1 (2019): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur

SPASIAL MESSO PERMUKIMAN KAMPUNG PETILASAN WURING KOTA MAUMERE

Ambrosius Alfonso Korasony Sevili Gobang (Universitas Nusa Nipa)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2019

Abstract

Tepi laut atau pesisir pantai merupakan ruang yang relatif dominan bagi permukiman perairan di Indonesia. Satu diantaranya adalah kawasan permukiman Suku Bajo di kampung Wuring, Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur. Permukiman kampung di Wuring memiliki kekhasan yaitu dibangun di atas air yang menyatu dengan daratan. Penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif kualitatif yaitu menjelaskan dan menginterpretasi catatan budaya Suku Bajo, berupa dokumen historis, peta lokasi, maupun wujud fisik bangunan rumah masyarakat Suku Bajo dan objek lainnya yang ada di lapangan. Adapun pendekatan fenomenologi digunakan untuk melihat makna dalam masyarakat yang menjelaskan pengalaman orisinal dari situasi spesifik dan bertujuan menganalisis spasial messo yang terbentuk dan aspek-aspek yang melandasi terwujudnya spasial messo permukiman Suku Bajo pada kawasan kampung petilasan Wuring. Hasil penelitian memberikan gambaran tentang spasial messo permukiman masyarakat Suku Bajo di pesisir kampung petilasan Wuring Kota Maumere ini memiliki suatu pola spasial yang unik yaitu membentuk pola linier memanjang, karena rumah-rumah tinggal masyarakat selalu berorientasi ke jalan lingkungan dan ruang laut di belakangnya. Pola perkembangan kampung Wuring ini dimulai dari leko yaitu koral atau gugusan karang dalam laut dan dangkal. Di atas taka ini kemudian masyarakat Suku Bajo melakukan aktivitas menangkap ikan dengan memarkir sampan atau rumah perahu yang lama kelamaan masyarakat menanam tiang-tiang lalu membangun rumahnya dan perlahan-lahan menimbun taka tersebut menjadi daratan. Kecenderungan ini dapat menjelaskan keadaan kampung Wuring saat ini yaitu Wuring Tengah dan Wuring Laut yang sudah menjadi daratan itu awalnya adalah perairan dengan taka yang ditimbun oleh Suku Bajo karena sifat uniknya bermukim di atas laut. Pola spasial kawasan ini menunjukan adanya pengaruh ruang luar yaitu jalan dan lautan yang keduanya bemanfaat sebagai jalur aksesibilitas kawasan. Selain itu adanya suatu relasi yang cukup kuat antara hunian masyarakat dengan berbagai fasilitas penunjang aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

siartek

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering Mechanical Engineering Transportation

Description

Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur adalah jurnal ilmu dan penerapan bidang Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur yang terbit dua kali dalam setahun, pada bulan April dan Oktober sejak tahun 2015. Artikel dapat berupa produk penelitian, pemikiran ilmiah atau studi kasus, dalam teknik sipil dan ...