Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang dapat menimbulkan kerusakan signifikan pada struktur bangunan, terutama jika struktur tidak dirancang dengan mempertimbangkan ketahanan terhadap beban gempa. Mengingat sifat gempa yang tidak dapat diprediksi baik dari segi waktu maupun lokasi, diperlukan analisis numerik yang mampu mensimulasikan respons struktur terhadap beban dinamis akibat gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respon getaran bangunan SMAK Sta. Maria Monte Carmelo terhadap beban gempa Kobe 1995 di Jepang. Analisis struktur yang dilakukan menggunakan metode analisis riwayat waktu (time history analysis) dengan bantuan perangkat lunak SAP2000 untuk melihat bagaimana pengaruh beban gempa Kobe terhadap struktur bangunan selama gempa berlangsung. Hasil output SAP2000 kemudian diolah menggunakan program Origin 2018 untuk menghitung respon getaran bangunan yang berupa perpindahan, kecepatan dan percepatan. Hasil penelitian menunjukkan, nilai perpindahan maksimum akibat gempa arah X adalah sebesar 164 mm dan percepatan maksimum sebesar 2.442709 mm/s2. Sedangkan besarnya perpindahan maksimum akibat gempa arah Y adalah sebesar 145 mm dan percepatan sebesar 2.443 mm/s2. Nilai simpangan antar tingkat untuk masing–masing tingkat adalah tingkat 1 (68.2583 mm), tingkat 2 (159.0367 mm), dan puncak struktur (53.333 mm). Nilai simpangan antar tingkat untuk tingkat 1 dan 2 sudah melebihi nilai simpangan antar tingkat izin berdasarkan SNI 1726:2019 yaitu tingkat 1 (37.5 mm) dan tingkat 2 (97.5 mm), sedangkan untuk puncak struktur masih dibawah simpangan izin yaitu 150 mm. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan sehingga perlu adanya perkuatan pada bangunan.
Copyrights © 2025