Pengembangan keterampilan produksi dan pemasaran digital merupakan langkah strategis dalam meningkatkan daya saing UMKM di tengah pesatnya transformasi ekonomi berbasis teknologi. Desa Sampe Raya, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat memiliki potensi kerajinan kawat bulu yang cukup besar, namun belum dikembangkan secara optimal akibat keterbatasan keterampilan produksi, minimnya literasi digital, serta belum adanya strategi pemasaran berbasis media sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memproduksi kerajinan kawat bulu serta mengoptimalkan digitalisasi pemasaran melalui pelatihan dan pendampingan terpadu. Metode pelaksanaan mencakup observasi awal, presentasi materi, demonstrasi teknik produksi, praktik langsung, serta pendampingan teknis dengan melibatkan aparat desa, ibu-ibu PKK, dan masyarakat setempat sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan teknis peserta dalam mengolah kawat bulu menjadi produk bernilai jual seperti gantungan kunci dan buket, serta meningkatnya pemahaman tentang penggunaan media digital sebagai sarana promosi. Pendekatan partisipatif yang digunakan berhasil membangun antusiasme peserta, meningkatkan kreativitas, serta mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan waktu dan adaptasi peserta terhadap teknik dasar produksi, pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN mampu mengatasi sebagian besar hambatan tersebut. Secara keseluruhan, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat serta membuka peluang pengembangan usaha kreatif berbasis kerajinan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026