Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam memperoleh akses pendanaan dari lembaga keuangan formal. Salah satu faktor utama yang menghambat akses pendanaan tersebut adalah rendahnya transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan akibat belum diterapkannya sistem audit internal yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan penerapan audit internal pada UMKM serta merumuskan solusi praktis guna meningkatkan akses pendanaan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan pelaku UMKM secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Metode ini dilaksanakan melalui proses identifikasi permasalahan, perencanaan tindakan, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan audit internal sederhana, serta evaluasi hasil kegiatan. Pendekatan partisipatif ini bertujuan untuk memastikan solusi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan UMKM serta dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Pelatihan dan pendampingan penerapan audit internal sederhana yang dilakukan kepada pelaku UMKM, meliputi peningkatan literasi keuangan, penyusunan laporan keuangan sesuai SAK EMKM, serta penguatan sistem pengendalian internal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap konsep audit internal, perbaikan kualitas pencatatan keuangan, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan usaha. Penerapan audit internal secara sederhana terbukti mampu meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan terhadap UMKM, sehingga memperbesar peluang memperoleh pendanaan. Dengan demikian, audit internal berperan sebagai instrumen strategis dalam memperkuat tata kelola keuangan UMKM dan mendukung keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2026