Provinsi Jawa Barat menghadapi tantangan disparitas pendidikan yang signifikan di tengah era bonus demografi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Realisasi Lama Sekolah (RLS) di 27 kabupaten/kota periode 2019-2023. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan Business Intelligence (BI) menggunakan Tableau untuk visualisasi multidimensi data sekunder BPS dan Jabar Satu Data. Hasil penelitian menunjukkan disparitas spasial yang tajam; wilayah perkotaan seperti Bekasi mencapai RLS >12 tahun, sementara wilayah rural seperti Indramayu stagnan di angka <7 tahun akibat kemiskinan struktural dan faktor sosial. Simpulan studi ini adalah dashboard BI efektif dalam mengidentifikasi "zona merah" untuk intervensi kebijakan yang tepat sasaran, seperti zonasi khusus beasiswa dan infrastruktur.
Copyrights © 2026