Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Anak Putus Sekolah di Indonesia Berdasarkan Provinsi dan Jenjang Pendidikan Fredy Nandito Palullungan; Cikal Tegar; Muhammad Ihsan Ashari; Emi Sita Eriana
Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari-Maret
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena anak putus sekolah di Indonesia berdasarkan data provinsi, jenjang pendidikan, dan faktor utama penyebabnya. Data yang digunakan merupakan data sekunder dalam bentuk dataset anak putus sekolah tahun 2023 yang diolah menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat anak putus sekolah bervariasi antar provinsi dan cenderung meningkat pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Faktor ekonomi dan akses pendidikan menjadi penyebab dominan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran. Pembangunan di bidang pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan program wajib belajar 12 tahun agar tercipta SDM yang berkualitas. Namun, partisipasi sekolah pada tingkat sekolah menengah perlu ditingkatkan agar angka putus sekolah dapat ditekan Selain itu, dapat juga untuk mengetahui probabilitas anak putus sekolah dengan karakteristik tertentu.
Implementasi Business Intelligence Menggunakan Tableau untuk Analisis Visualisasi Kecelakaan pada Koridor Busway di DKI Jakarta Fajar Arifin; Galih Tri Wicaksono; Faizal Anwar; Muhammad Ihsan Ashari
Jurnal Akuntansi dan Sistem Informasi Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan lalu lintas pada koridor Busway di DKI Jakarta masih menjadi permasalahan krusial yang memerlukan penyajian informasi yang akurat dan mudah dipahami untuk mendukung pengambilan keputusan keselamatan transportasi. Penelitian ini bertujuan menyajikan visualisasi pola kecelakaan berdasarkan masing-masing koridor Busway melalui penerapan konsep Business Intelligence (BI) dengan menggunakan perangkat lunak Tableau. Metode penelitian meliputi pengumpulan data sekunder kecelakaan Busway, pengolahan dan pengelompokan data berdasarkan koridor operasional, serta pengembangan dashboard interaktif pada Tableau untuk menampilkan distribusi dan perbandingan jumlah kecelakaan antar koridor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koridor 6 dan koridor 8 memiliki tingkat kecelakaan tertinggi, sedangkan koridor 11 mencatat jumlah kecelakaan terendah. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan tingkat risiko kecelakaan pada setiap koridor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa visualisasi berbasis Business Intelligence menggunakan Tableau efektif dalam menyajikan informasi kecelakaan secara sistematis dan informatif sebagai pendukung evaluasi serta perumusan strategi peningkatan keselamatan operasional Busway di DKI Jakarta.
Implementasi Business Intelligence dalam Menganalisis Disparitas Pendidikan: Studi Kasus Harapan dan Realisasi Lama Sekolah Ardian Rivanza; Duta Putra Yudhanto; Muhammad Rifky; Muhammad Ihsan Ashari
Jurnal Akuntansi dan Sistem Informasi Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Jawa Barat menghadapi tantangan disparitas pendidikan yang signifikan di tengah era bonus demografi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Realisasi Lama Sekolah (RLS) di 27 kabupaten/kota periode 2019-2023. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan Business Intelligence (BI) menggunakan Tableau untuk visualisasi multidimensi data sekunder BPS dan Jabar Satu Data. Hasil penelitian menunjukkan disparitas spasial yang tajam; wilayah perkotaan seperti Bekasi mencapai RLS >12 tahun, sementara wilayah rural seperti Indramayu stagnan di angka <7 tahun akibat kemiskinan struktural dan faktor sosial. Simpulan studi ini adalah dashboard BI efektif dalam mengidentifikasi "zona merah" untuk intervensi kebijakan yang tepat sasaran, seperti zonasi khusus beasiswa dan infrastruktur.