Penelitian ini membahas penerapan algoritma genetika untuk mengoptimalkan penjadwalan produksi pada sistem manufaktur dengan berbagai tingkat kompleksitas. Melalui tiga skenario simulasi (skala kecil, menengah, dan besar), algoritma genetika dibandingkan dengan metode konvensional seperti First Come First Served (FCFS) dan Shortest Processing Time (SPT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma genetika mampu menurunkan waktu penyelesaian total (makespan) rata-rata sebesar 17,31% dengan waktu komputasi yang efisien. Parameter terbaik diperoleh pada ukuran populasi 50 individu, peluang crossover 0,8, dan mutation 0,05. Hasil ini membuktikan efektivitas algoritma genetika dalam menangani permasalahan penjadwalan kompleks, sekaligus memperkuat potensi penerapannya dalam sistem produksi berbasis Industri 4.0 yang adaptif dan cerdas.
Copyrights © 2025