Ubi jalar kuning dengan varietas benindo merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai jual di pasar ekspor, baik dalam produk segar maupun produk pure. Sortasi dan grading yang dilakukan untuk pemenuhan standar ekspor mengakibatkan adanya produk afkir yang tidak lolos seleksi, sehingga dapat dikembangkan menjadi produk turunan yaitu ice cone. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui berapa besar harga pokok produksi dan nilai tambah terhadap produk ice cone dengan penambahan tepung ubi jalar manis. Sehingga dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan inovasi, informasi, serta masukan untuk dijadikan peluang bagi para pelaku usaha industri pangan. Teknik analisa yang digunakan adalah menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan tepung ubi jalar manis sebagai produk ice cone memiliki nilai harga pokok produksi sebesar Rp. 44.914,9 dengan rasio nilai tambah sebesar 78% yang berada pada indikator >40% . Artinya nilai tambah yang dihasilkan masuk dalam kategori tinggi. Hasil analisis nilai tambah yang tinggi menggambarkan bahwa usaha yang akan dijalankan mampu menciptakan nilai lebih besar dari input atau bahan baku yang dipakai dalam proses produksinya yang artinya berhasil dalam efisiensi dalam mengolah bahan baku sehingga menjadikan output lebih bernilai.
Copyrights © 2025