Latar Belakang: Gangguan kognitif menjadi masalah serius bagi lansia karena menyebabkan terjadinya penurunan kinerja pada tugas-tugas kognitif utamanya saat mengambil keputusan akibat adanya keterlambatan terhadap pemrosesan, kerja memori dan fungsi kognitif eksekutif. Demensia merupakan penyakit gangguan fungsi kognitif yang paling umum. Gangguan fungsi kognitif pada demensia biasanya disertai dengan perburukan kontrol emosi, perilaku, dan motivasi. Dampaknya yaitu penurunan kualitas hidup pada lansia. Upaya manajemen demensia melalui pemberdayaan Kader kesehatan dengan pelatihan perlu diinisiasi. DELI merupakan salah satu upaya peningkatan kapasitas kader kesehatan dalam pencegahan demensia di masyarakat yang dirancang berbeda dari pendidikan kesehatan yang sudah ada. DELI dilaksanakan sebanyak 4 sesi selama 2 hari dengan waktu 60-90 menit. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh program DELI (demensia peduli) terhadap pengetahuan dan efikasi diri kader kesehatan pada lansia dengan gangguan kognitif berbasis masyarakat di Kabupaten Kudus. Metode Penelitian : Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen jenis pretest and posttest with control group. Jumlah masing-masing responden 24 kader pada kelompok intervensi dan kontrol diseleksi dengan simple random sampling. Instrument yang digunakan kuesioner pengetahuan menggunakan Alzheimer’s Disease Knowledge Scale (ADKS) dan kuesioner efikasi diri. Hasil Penelitian : Ada pengaruh program DELI terhadap pengetahuan dan efikasi diri kader kesehatan dengan nilai p=0,001 (p0,05) dan p=0,000 (p0,05).
Copyrights © 2024