AbstrakKebehasilan menyusui pada bulan pertama merupakan kunci utama untuk kebehasilan ASI eksklusif. Sayangnya masalah ASI sering terjadi akrena produksi ASI tidak lancar sehingga menyebabkan kegagalan menyusui. Diperlukan intervensi untuk meningkatkan produksi ASI untuk memastikan nutrisi kesehatan bayi salah satunya adalah dengan tanaman laktagogum seperti daun katuk dan daun kelor. Penelitian ini dibertujuan untuk mengetahui perbandingan konsumsi daun kelor dan daun katuk untuk peningkatan berat badan dan panjang badan pada pada bayi di Tegal Rejo, Kabupaten Muara Enim. Penelitian menggunakan desain quasy experimental dengan pendekatan pre-post test with control grup. Kelompok dibagi menjadi dua yaitu kelompok katuk dan kelompok daun kelor. Setiap kelompok terdiri dari 10 orang. Setiap ibu nifas diberikan 200 gram daun kelor/katuk yang telah dimasak dengan cara direbus dan diberikan pada pagi hari. Pengukuran berat badan menggunakan timbangan bayi digital dan pengukuran panjang badan menggunakan meteran bayi. Analisis uji menggunakan uji T Independent Test. Hasil penelitian didapatkan bahwa berat badan dan panjang badan sebelum penelitian pada kedua kelompok dalam batasan normal. Peningkatan berat badan lahir sampai minggu ke 4 pada kelompok daun katuk lebih rendah dengan kelompok daun kelor (964,0±189,63,; 1145,0±227,46), namun demikian hasil statistic menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan peningkatan berat badan pada kedua kelompok (p value 0,69). Peningkatan Panjang badan lahir sampai pada minggu keempat pada kelompok daun katuk lebih rendah bila dibandingkan kelompok daun kelor (4,16±0,81; 5,12±0,71), hasil statistic menunjukkan ada perbedaan yang signifikan panjang badan pada kedua kelompok (p value 0,012). Kesimpulan yaitu daun kelor lebih baik dalam meningkatkan panjang badan bayi dibandingkan dengan daun katuk.Kata kunci: kelor, katuk, panjang badan, berat badan, bayi baru lahirAbstractSuccessful breastfeeding in the first month is the main key to successful exclusive breastfeeding. Unfortunately, breast milk problems often occur because breast milk production is not smooth, causing failure to breastfeed. Interventions are needed to increase breast milk production to ensure healthy nutrition for babies, one of which is lactagogum plants such as katuk leaves and moringa leaves. This research aims to determine the comparison of consumption of Moringa leaves and Katuk leaves for increasing body weight and body length in babies in Tegal Rejo, Muara Enim Regency. The research used a quasi-experimental design with a pre-post test with control group approach. The groups were divided into two, namely the katuk group and the moringa leaf group. Each group consists of 10 people. Each postpartum mother is given 200 grams of Moringa/katuk leaves which have been cooked by boiling and given in the morning. Measurement of body weight using a digital baby scale and measurement of body length using a baby meter. Test analysis uses the T Independent Test. The research results showed that body weight and body length before the study in both groups were within normal limits. The increase in birth weight until the 4th week in the katuk leaf group was lower than in the moringa leaf group (964.0 ± 189.63,; 1145.0 ± 227.46), however, statistical results showed that there was no significant difference in increase in body weight. in both groups (p value 0.69). The increase in body length at birth until the fourth week in the katuk leaf group was lower when compared to the moringa leaf group (4.16 ± 0.81; 5.12 ± 0.71), statistical results showed that there was a significant difference in body length in the two groups ( p value 0.012). The conclusion is that Moringa leaves are better at increasing baby's body length compared to katuk leaves.Key words: moringa, katuk, body length, weight, newborn
Copyrights © 2024