Ibu melahirkan di RSI NU Kabupaten Demak pada Januari 2025 terdapat 85 orang. Banyak yang mengalami kesulitan mempertahankan durasi menyusui. Permasalahan utama meliputi keterampilan menyusui yang kurang tepat, durasi menyusui yang tidak memadai, serta kurangnya pemahaman tentang tanda kecukupan ASI. Beberapa ibu merasa cemas, ragu, dan beralih ke susu formula. Edukasi yang diberikan terbatas di fasilitas kesehatan tanpa tindak lanjut setelahnya, sehingga teknik menyusui yang benar dan durasi menyusui yang ideal belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan keterampilan menyusui dengan durasi menyusui pada ibu pasca melahirkan di RSI NU Kabupaten Demak. Sampel terdiri dari 68 ibu menyusui dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas adalah keterampilan menyusui, variabel terikat durasi menyusui. Instrumen berupa lembar checklist cara menyusui yang benar dan kuesioner durasi menyusui. Analisis data menggunakan analisis univariat dan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 53 ibu (78%) memiliki keterampilan menyusui baik, dan 15 ibu (22%) kurang terampil. Sebanyak 41 ibu (60%) memiliki durasi menyusui normal, sementara 27 ibu (40%) durasi menyusui tidak normal. Uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara keterampilan menyusui dan durasi menyusui dengan p = 0,000 (p 0,05). Diperlukan upaya kolaboratif antara fasilitas kesehatan, masyarakat, dan peneliti untuk meningkatkan keterampilan dan durasi menyusui melalui edukasi, pendampingan, dan penelitian yang lebih mendalam.
Copyrights © 2025