Latar Belakang : Stunting masih menjadi masalah kesehatan global termasuk di Indonesia. Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama dimulai dari sejak masa kehamilan. Faktor prenatal yang berhubungan dengan stunting yaitu anak yang lahir dari ibu yang memiliki riwayat KEK berisiko tujuh kali lebih besar mengalami stunting. Tujuan : untuk mengetahui korelasi antara riwayat kekurangan energi kronis pada saat hamil dengan kejadian stunting pada balita 0-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ngemplak. Metode : Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Subyek penelitian adalah anak usia 0-60 bulan sebanyak 50 balita. Teknik pengambilan sampel data dengan simple random sampling, dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-squar). Hasil : Terdapat korelasi yang bermakna antara riwayat kekurangan energy kronis dengan kejadian stunting pada ibu hamil dengan hasil uji p=0,002 α 0,05. Kesimpulan : Kekurangan energi kronis dapat mempengaruhi kejadian stunting, sehingga sangat penting bagi seorang ibu hamil memperhatikan pola makan yang seimbang agar status gizi ibu terpenuhi dan tidak mengalami kekurangan energy kronis yang berdampak pada pertumbuhan pada balita.
Copyrights © 2024