Menstruasi merupakan proses fisiologis yang terjadi secara berkala pada wanita, dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Siklus menstruasi yang teratur menunjukkan kesehatan reproduksi yang baik, namun banyak wanita mengalami gangguan siklus menstruasi akibat faktor seperti stres dan kualitas tidur yang buruk. Pra penelitian dalam penelitian ini, ditemukan bahwa bidan sebagai tenaga kesehatan sering menghadapi tuntutan kerja tinggi seperti jam kerja panjang, tanggung jawab besar, upah yang tidak sesuai dan tekanan emosional membuat mereka rentan terhadap stres kerja yang berdampak pada kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres kerja dan gangguan siklus menstruasi pada bidan di Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama Demak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik Sampling dalam penelitian ini dengan menggunakan sampling jenuh, sampel diperoleh sebanyak 30 bidan yang bekerja di RSI NU Demak, yang termasuk dalam non probability sampling, dan penelitian dilakukan pada bulan Mei 2025. Analisis data meliputi analisis univariat (distribusi frekuensi) dan analisis bivariate (uji spearman). Hasil penelitian menunjukkan dari 30 bidan di RSI NU Demak mayoritas usia 26–35 tahun yang memiliki siklus menstruasi normal (70%), namun sebagian mengalami gangguan seperti oligomenorea (26,7%) dan polimenorea (3,3%). Sebagian besar bidan mengalami stres kerja pada tingkat sedang dan berat (masing-masing 36,7%). Analisis korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif yang cukup kuat antara tingkat stres kerja dan gangguan siklus menstruasi dengan nilai korelasi sebesar 0,661 (p 0,01). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi stres kerja yang dialami, semakin besar risiko gangguan siklus menstruasi akibat ketidakseimbangan hormon reproduksi.
Copyrights © 2025