Permasalahan pengelolaan sampah dan rendahnya kesadaran lingkungan masih menjadi tantangan utama di banyak lembaga pendidikan berbasis pesantren, termasuk Pesantren Baitul Arqam Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan model Pesawaze (Pengelolaan Sampah Berbasis Zero Waste) untuk mendorong kemandirian lingkungan berkelanjutan. Metode yang digunakan bersifat partisipatif dan berkelanjutan, meliputi identifikasi masalah, sosialisasi konsep zero waste berbasis nilai-nilai Islam, pelatihan pemilahan sampah, pembuatan kompos dan eco-enzyme, penyediaan sarana pendukung, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan kesadaran lingkungan santri, dengan skor pemahaman meningkat dari rata-rata 56% menjadi sekitar 86%. Sekitar 60–70% sampah organik berhasil dikelola, serta terbentuk sistem pemilahan dan bank sampah sederhana di lingkungan pesantren. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kemandirian lingkungan pesantren dan berpotensi menjadikan Pesantren Baitul Arqam sebagai model eco-pesantren berbasis prinsip zero waste yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025