Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Metode Talqin Terhadap Kualitas Bacaan Al-Qur’an Peserta Didik Di MA Muhammadiyah Bireuen Ridhwan, Kausar; Jeumpa, Nurul; Rosnidarwati, Rosnidarwati
Al-Fathanah Vol 4, No 1, April (2024): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v4i1, April.2162

Abstract

Pembelajaran untuk memahami tajwid atau metode talqin merupakan langkah awal, dimana dalam ilmu tajwid ini menjelaskan mengenai tata cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar yang sering kita sebut dengan makharijul huruf. Seorang penghafal Al-Qur’an juga memiliki kendala dalam prosesnya ketika menghafalkan Al-Qur’an. Kesulitan bagi penghafal Al-Qur’an itu seperti sulitnya ayat-ayat Al-Qur’an untuk diingat, hal ini sering terjadi dikarenakan ayat nya yang terlalu panjang atau ayat nya yang susah dilafadzkan. Susah dalam melawan rasa malas dan bosan yang disebabkan karena banyak nya kegiatan lain sehingga mengganggu waktu untuk menghafal. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kualitas bacaan Al-qur’an siswa sebelum menggunakan metode Talqin serta mengetahui pengaruh penggunaan metode Talqin terhadap kualitas bacaan Al-Qur’an siswa di MA Muhammadiyah Bireuen. Jenis penelitian yang digunakan penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan fenomenologi. Metode talqin yang digunakan dalam proses pembelajaran di dalam kelas selama 3 x Pertemuan. Pada saat menyampaikan materi berawal dari pendahuluan/awal, kegiatan inti dan penutup. Adapun dalam kegiatan inti ustadz melakukan pembelajaran dengan langkah-langkah metode tahsin yang diambil yaitu Kelassikal Baca Simak (KBS). Hasil dari penelitian pengaruh metode talqin dari sampel yang di ambil dari 2 kelas yaitu kelas X dengan nilai tertinggi diperoleh oleh Fairuz Bariq dengan nilai rata-rata nilai 91,8 dengan kriteria “sangat baik”. Sedangkan di kelas XI dengan nilai rata-rata tertinggi 95,2 dengan kriteria “sangat baik”. Kualitas baca Al-Qur’an siswa di MA Muhammadiyah Bireuen tergolong dalam kategori baik, hal ini berdasarkan penilaian yang dilakukan pada proses pembelajaran dan tes individu yang dilakukan langsung oleh peneliti.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN TAJWID DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN DI TPQ AL-MUNAWWARAH DESA LAMBLEUT DARUL KAMAL ACEH BESAR Farhan, Muhammad; Saiful, Saiful; Rosnidarwati, Rosnidarwati
Al-Fathanah Vol 4, No 1, April (2024): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v4i1, April.2160

Abstract

TPQ sebagai lembaga pendidikan seharusnya dapat menjadi sarana efektif bagi terciptanya pemahaman yang kritis dan kreatif menjadi tempat bagi anak didiknya dalam upaya pembinaan dan pengembangan potensinya agar mampu menjadi generasi qur’ani. Namun dalam pelaksanaannya masih didapati kelemahan santri dalam membaca Al-Qur’an, sedangkan pembelajaran tajwid telah diberikan sebagaimana mestinya oleh para guru TPQ. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas pembelajaran tajwid, upaya ustazh/ah dalam meningkatkan pembelajaran tajwid ,dan faktor keberhasilan dan penghambat pembelajaran tajwid di TPQ Al-Munawwarah Desa Lambleut. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif. Dalam penelitian ini sumber data primer diperoleh langsung dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) pembelajaran tajwid di TPQ Al-Munawwarah dapat dikatakan sudah efektif dibuktikan dengan penggunaan beragam metode dalam pembelajaran tajwid seperti metode jibril, qirati, metode baca tulis/tahfizh. 2) upaya yang dilakukan guru TPQ dalam meningkatkan pembelajaran tajwid berupa pembelajaran bertahap, bimbingan bacaan huruf hijayyah bagi santri pemula, pembiasaan metode klasikal dan metode face to face serta pengarahan dan bimbingan ilmu tajwid kepada santri.3) Faktor keberhasilan yaitu motivasi dari dalam diri anak, orang tua, ustadz/ah serta kecukupan media pembelajaran tajwid, sedangkan faktor penghambat adalah kurangnya keseriusan santri dalam belajar tajwid, kurangnya waktu orang tua dalam mendampingin anak belajar tajwid serta pengaruh lingkungan.Kata Kunci:  Pembelajaran Tajwid, TPQ Al-Munawwarah, Generasi Qur’ani.
EDUCATION TO MAINTAIN FRIENDSHIP TO STRENGTHEN THE FOUNDATIONS OF PEACE IN SOCIETY Fadhillah, Muhammad; Emawati, Emawati; Sulastri, Ema; Yusliani, Hamdi; Rosnidarwati, Rosnidarwati
ABDIMU: Jurnal Pengabdian Muhammadiyah Vol 4, No 1 (2024): Vol 4, No 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/abdimu.v4i1.2101

Abstract

According to Islamic teachings, human beings are connected to each other, and as such, they naturally require the company of other people. Due to their inherent weakness, humans depend on the support of people around them. Thus, it is not unusual to refer to humans as social beings. This is owing to the fact that humans are beings who will always require the company of other people. This suggests that all Muslims have a duty to uphold friendship, whether it is through familial ties (descendants) or brotherly relationships with other Muslims. It is necessary for non-Muslims to uphold the virtue of mutual respect and appreciation, even if they go about it in various ways. It is hard to establish harmony and peace within a society if its people lack affection, as this always results in arguments, animosity, and ultimately, murder. For this reason, shilaturrahim (engaging with others)—both general and specific—are essential to bringing about the world's peace, harmony, and unification of humanity. Keywords: Society, Engagement with others, peace
Pengaruh Penggunaan Metode Talqin Terhadap Kualitas Bacaan Al-Qur’an Peserta Didik Di MA Muhammadiyah Bireuen Ridhwan, Kausar; Jeumpa, Nurul; Rosnidarwati, Rosnidarwati
Al-Fathanah Vol 4, No 1, April (2024): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v4i1, April.2162

Abstract

Pembelajaran untuk memahami tajwid atau metode talqin merupakan langkah awal, dimana dalam ilmu tajwid ini menjelaskan mengenai tata cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar yang sering kita sebut dengan makharijul huruf. Seorang penghafal Al-Qur’an juga memiliki kendala dalam prosesnya ketika menghafalkan Al-Qur’an. Kesulitan bagi penghafal Al-Qur’an itu seperti sulitnya ayat-ayat Al-Qur’an untuk diingat, hal ini sering terjadi dikarenakan ayat nya yang terlalu panjang atau ayat nya yang susah dilafadzkan. Susah dalam melawan rasa malas dan bosan yang disebabkan karena banyak nya kegiatan lain sehingga mengganggu waktu untuk menghafal. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kualitas bacaan Al-qur’an siswa sebelum menggunakan metode Talqin serta mengetahui pengaruh penggunaan metode Talqin terhadap kualitas bacaan Al-Qur’an siswa di MA Muhammadiyah Bireuen. Jenis penelitian yang digunakan penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan fenomenologi. Metode talqin yang digunakan dalam proses pembelajaran di dalam kelas selama 3 x Pertemuan. Pada saat menyampaikan materi berawal dari pendahuluan/awal, kegiatan inti dan penutup. Adapun dalam kegiatan inti ustadz melakukan pembelajaran dengan langkah-langkah metode tahsin yang diambil yaitu Kelassikal Baca Simak (KBS). Hasil dari penelitian pengaruh metode talqin dari sampel yang di ambil dari 2 kelas yaitu kelas X dengan nilai tertinggi diperoleh oleh Fairuz Bariq dengan nilai rata-rata nilai 91,8 dengan kriteria “sangat baik”. Sedangkan di kelas XI dengan nilai rata-rata tertinggi 95,2 dengan kriteria “sangat baik”. Kualitas baca Al-Qur’an siswa di MA Muhammadiyah Bireuen tergolong dalam kategori baik, hal ini berdasarkan penilaian yang dilakukan pada proses pembelajaran dan tes individu yang dilakukan langsung oleh peneliti.
Efektivitas Gaya Belajar Visual Auditori Kinestetik (VAK) dalam Metode Pembelajaran Tahfidz Kauny Quantum Memory (KQM) Yusliani, Hamdi; Rosnidarwati, Rosnidarwati; Saiful, Saiful; Zahri, M. Raihan; Nudia, Faiza
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan metode KQM di SD-IT Hafizul Ilmi, fungsionalisasi gaya belajar Visual Auditori Kinestetik (VAK) dalam metode KQM serta respon siswa dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an dengan penerapan metode tersebut yang berkaitan dengan efektifitas gaya belajarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif atau metode campuran (mixed methods) dengan desain penelitian sequential exploratory designs. Hasil penelitian: 1) Pembelajaran diawali dengan sistem  classical, guru mengalihkan konsentrasi siswa menjadi lebih fokus dengan ucapan MASTER, lalu dijawab secara serentak “menghafal Al-Qur’an semudah tersenyum”. Dilanjutkan muraja’ah hafalan sebelumnya kemudian memulai dengan hafalan baru. 2) Teknik talaqqi, mind mapping, anchoring dan positive thingking dalam metode KQM telah mewakilkan fungsionalisasi ketiga modalitas indera anak. 3) Respon siswa dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an dengan penerapan metode tersebut yang berkaitan dengan efektifitas gaya belajarnya dapat dikatakan positif, karena metode KQM ini telah mengakomodir ketiga gaya belajar siswa yaitu Visual Auditori dan Kinestetik. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu referensi pemilihan metode pembelajaran tahfidz yang memudahkan dan menyenangkan bagi anak.
MEMBANGUN LITERASI MEDIA DIGITAL UNTUK PENDIDIKAN AGAMA YANG BERKUALITAS Irawan, Rondi; Idrus, Abdul Wahid; Rosnidarwati, Rosnidarwati; Andayani, Sri; Muarrif, Muhammad Riza
Al-Fathanah Vol 5, No 2, Oktober (2025): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v5i2, Oktober.2611

Abstract

Dalam era digital yang terus berkembang, literasi media digital menjadi keterampilan penting dalam dunia pendidikan, termasuk pendidikan agama. Artikel ini mengkaji konsep dan implementasi literasi media digital dalam pendidikan agama untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pembelajaran. Literasi media digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengakses informasi, tetapi juga mencakup keterampilan menganalisis, mengevaluasi, dan menggunakan informasi keagamaan secara kritis dan bertanggung jawab. Pemanfaatan teknologi dan platform digital memungkinkan pembelajaran agama disajikan secara lebih interaktif dan mudah diakses. Namun, maraknya penyebaran informasi keagamaan yang tidak valid dan hoaks di media sosial menuntut penguatan kemampuan berpikir kritis pada pendidik dan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan yang relevan dengan literasi digital dan pendidikan agama. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan pendekatan analisis kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi literasi media digital dalam kurikulum pendidikan agama mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat, serta menumbuhkan sikap selektif dan bertanggung jawab dalam mengonsumsi informasi digital. Artikel ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan organisasi keagamaan dalam menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang aman, berkualitas, dan bermartabat. Dengan demikian, penguatan literasi media digital diharapkan dapat menjadikan pendidikan agama lebih adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus berkontribusi dalam penguatan nilai-nilai spiritual dan moral generasi muda.
Analysis of Factors that Influence Students in Continuing Their Education Rosnidarwati, Rosnidarwati
Journal La Edusci Vol. 6 No. 5 (2025): Journal La Edusci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallaedusci.v6i5.2669

Abstract

This study aims to analyze the factors influencing students' decisions to pursue higher education majoring in Islamic Studies. Using a mixed methods explanatory sequential design approach, this study explores five key constructs influencing student choice: family support, personal interest, religious understanding, perceptions of the quality of Islamic educational institutions, and career prospects. Quantitative data were collected through a Likert-type questionnaire and analyzed descriptively, while qualitative data were obtained through structured interviews to strengthen and explain the numerical findings. The study involved 105 students from three Muhammadiyah schools and one non-Muhammadiyah school. The results indicate that students' decisions are not determined by a single factor, but rather the result of an interaction between family values, institutional experiences, and spiritual motivation. Family support emerged as the most dominant factor in shaping students' religious orientation, while personal interest and institutional quality were strengthened by religious experiences at school and teacher role models. Religious understanding became an intrinsic driver for students to systematically deepen their religious knowledge, while career prospects had the least influence because Islamic education was seen more as a path to meaning than as economic considerations. Comparisons between schools indicate that environments with a religious identity, such as Muhammadiyah, foster a greater interest in Islamic studies. These findings confirm that the choice of Islamic studies is a multidimensional process influenced by the configuration of values, school culture, and students' spiritual aspirations.
Islamic Character Education Strategies for Preventing Bullying: A Qualitative Case Study at Madrasah Aliyah Baitul Arqam, Aceh Besar Rosnidarwati, Rosnidarwati; Sirajuddin, Sirajuddin; Yusliani, Hamdi; Irhamna, Irhamna
Jurnal Pendidikan Agama Islam Indonesia (JPAII) Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jpaii.v6i4.2260

Abstract

Purpose of the study: This study examines Islamic character education strategies implemented to prevent bullying behavior at Madrasah Aliyah Baitul Arqam, Aceh Besar. Methodology: A qualitative case study design was employed involving 15 informants, including the school principal, Islamic Religious Education teachers, guidance and counseling teachers, and students. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation, and analyzed using descriptive qualitative techniques supported by triangulation. Main Findings: The findings indicate significant qualitative outcomes, including positive behavioral changes among students, increased awareness of the psychological and social impacts of bullying, stronger internalization of Islamic moral values, and a noticeable reduction in bullying incidents. Islamic character education is systematically implemented through teacher role modeling, religious habituation, moral instruction, and Islamic-based disciplinary practices. These mechanisms cultivate empathy, self-regulation, mutual respect, and a sense of safety within the school environment. Novelty/Originality of this study: This research introduces an integrative Islamic preventive model that combines character education and Islamic conflict resolution such as nasihah, musyawarah, and spiritual guidance as an effective framework for bullying prevention in Islamic secondary education.