Scientific Journal
Vol. 5 No. 1 (2026): SCIENA Volume V No 1, January 2026

Analisis Jarak Tempuh dan Estimasi Waktu Transportasi Terhadap Penundaan Operasi pada Kasus Fraktur Femur Emergensi: .

Ardian Riza (Andalas University/Dr. M.Djamil General Hospital, Padang, Indonesia/ Kartika Docta Surgical Specialty Hospital, Padang ,Indonesia)
Noverial (Kartika Docta Surgical Specialty Hospital, Padang ,Indonesia)
Muhammad Pramana Khalilul Harmi (Kartika Docta Surgical Specialty Hospital, Padang ,Indonesia)
Mutia Sari (Kartika Docta Surgical Specialty Hospital, Padang ,Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 Jan 2026

Abstract

Pendahuluan: Fraktur femur merupakan kegawatdaruratan ortopedi yang memerlukan tindakan bedah segera untuk mencegah komplikasi sistemik seperti tromboemboli vena dan pneumonia. Dalam sistem rujukan di Indonesia, pasien sering datang dari wilayah terpencil, sehingga jarak tempuh dan estimasi waktu transportasi dianggap sebagai faktor potensial yang menunda operasi.Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara jarak tempuh dan estimasi waktu transportasi terhadap durasi antara masuk IGD hingga pelaksanaan operasi sebagai proksi penundaan operasi pada fraktur femur emergensi. Metode: Studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang dilakukan terhadap pasien fraktur femur emergensi di sebuah rumah sakit rujukan provinsi Sumatera Barat periode Januari 2024–Juni 2025. Data dikumpulkan dari rekam medis elektronik dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman serta regresi linier ganda.. Hasil: Dari 98 pasien, hanya 31 pasien (31,6%) yang memiliki data lengkap. Rata-rata jarak tempuh adalah 117,8 ± 113,2 kilometer dan estimasi waktu tempuh 3,5 ± 2,4 jam. Median durasi IGD–operasi adalah 9,8 jam (IQR: 3,0–29,0 jam). Tidak terdapat korelasi signifikan antara jarak tempuh (r = 0,21; p = 0,16) maupun estimasi waktu tempuh (r = 0,18; p = 0,22) dengan durasi IGD–operasi. Model regresi linier ganda menunjukkan R² = 0,046 (p = 0,20), tidak bermakna secara statistik. Kesimpulan: Jarak tempuh dan estimasi waktu transportasi tidak secara signifikan memengaruhi penundaan operasi fraktur femur emergensi. Faktor internal rumah sakit seperti ketersediaan ruang operasi dan sistem triase kemungkinan lebih dominan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

sciena

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Scientific Journal(SCIENA) published by an official of Scientific.id_considers the following types of original contribution for peer review and publication: Research Articles, Review Articles, Letters to Editor, Brief Communications, Case Reports, Book Reviews, Technological Reports, and Opinion ...