Scientific Journal
Vol. 5 No. 1 (2026): SCIENA Volume V No 1, January 2026

Korelasi Kadar Gula Darah Puasa dengan HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Lubuk Basung

Ika Kurnia Febrianti (Universitas Andalas, Padang)
Desi Ekawati (RSUD Lubuk Basung)



Article Info

Publish Date
01 Jan 2026

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit dengan komplikasi yang memyebabkan masalah serius di bidang kesehatan secara global. Ketidaksesuaian antara kadar gula darah puasa (GDP) dan HbA1c sebagai standar pemeriksaan diabetes melitus tipe 2 (DMT2) dapat menyebabkan interpretasi klinis yang berbeda. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui korelasi antara kadar GDP dengan kadar HbA1c pada pasien DMT2 di RSUD Lubuk Basung. Metode: Penelitian observasional dengan cross sectional study. Penelitian dilakukan bulan Januari-November 2025. Sampel digunakan sebanyak 120 data pasien DMT2 secara consecutive sampling yang ada di laboratorium patologi klinik RSUD Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Data kategorik ditampilkan dalam bentuk frekuensi dan persentase, data numerik ditampilkan dalam bentuk rerata dan standar deviasi. Dilakukan analisis korelasi antara kadar GDP dengan kadar HbA1c pada pasien DMT2, dinyatakan dalam koefisien korelasi Pearson bila data terdistribusi normal, atau uji korelasi Spearman bila tidak terdistribusi normal. Data diolah dengan SPSS 21.0, dihitung nilai kemaknaannya, bermakna jika p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian didapatkan umur rata-rata pasien 59,61±12,53 tahun (termuda 24 tahun, tertua 96 tahun. Kadar GDP rata-rata 191,500 ± 92,218 mg/dl, (minimum 76,00 mg/dl, maksimum 504,00mg/dl). Kadar GDP normal 36 orang (30%), kadar GDP tinggi 84 orang (70%). Kadar HbA1c rata-rata 8,904±3,178 %, ( minimum 4,00%, maksimum 15,00%). Nilai HbA1c normal 5 orang (4,167%), dan HbA1c tinggi 115 orang (95,833%). Terdapat korelasi positif kuat antara GDP dan HbA1c pada pasien DMT2 (r=0,8678, dan p<0,05). Kesimpulan: Terdapat korelasi positif yang kuat antara kadar GDP dan HbA1c pada pasien DMT2. Kadar GDP yang tinggi cenderung diikuti HbA1c yang tinggi, sehingga GDP dapat digunakan sebagai indikator awal kontrol glikemik, dan HbA1c tetap menjadi pemeriksaan standar untuk evaluasi jangka panjang.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

sciena

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Scientific Journal(SCIENA) published by an official of Scientific.id_considers the following types of original contribution for peer review and publication: Research Articles, Review Articles, Letters to Editor, Brief Communications, Case Reports, Book Reviews, Technological Reports, and Opinion ...