Isu penelitian ini adalah kekerasan seksual terhadap perempuan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang isu kekerasan seksual terhadap perempuan. Dengan fokus pada pementasan Rapat Rukun Tetangga oleh kelompok Mirat Kolektif, penelitian ini mengevaluasi bagaimana seni pertunjukan dapat berfungsi sebagai alat penyadaran. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan studi dokumentasi, studi pustaka, observasi dan wawancara. Analisis kritis dilakukan dengan metode dramaturgi, menelaah bagaimana Mirat Kolektif, melalui penyeleksian cerita rakyat Andhe-Andhe Lumut dengan pendekatan teater forum, serta melalui penyeleksian artistik seperti penggunaan gerak, ekspresi dan bloking pada tokoh Yuyu Kangkang yang menunjukkan adanya dominasi dan relasi kuasa atas Klenthing Abang dan Biru, sehingga mengindikasikan adanya tindak kekerasan seksual. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seni dapat efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kekerasan seksual dengan pendekatan naratif yang memfasilitasi refleksi emosional.
Copyrights © 2025