Epilepsi merupakan salah satu penyakit saraf yang menjadi permasalahan kesehatan masyarakat global. Prevalensi epilepsi di Indoesia berdasarkan data dari Departemen Kesehatan tahun 2018 sebesar 1.8 juta. Insidensi epilepsi berkisar 50.4 per 100.000 populasi pertahun dengan 80% pasien epilepsi di dunia terjadi di negara berkembang. Penderita epilepsi sering mendapatkan stigma negatif di masyarakat. Pentingnya penyuluhan mengenai informasi terkait epilepsi pada masyarakat khususnya pada kader PMR diharapkan dapat memberikan informasi secara lebih lengkap terkait epilepsi sekaligus sebagai pemutus stigma. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui efektivitas penyuluhan epilepsi terhadap tingkat pengetahuan kader PMR SMA/SMK Surakarta mengenai penyakit epilepsi dan penanganan kedaruratan pada kasus kejang. Penyelenggaraan penyuluhan diikuti oleh 159 responden yang berasal dari 70 SMA/SMK se-karesidenan Surakarta dengan masing-masing mengirimkan minimal 2 perwakilan PMR. Sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan evaluasi terkait pengetahuan peserta mengenai epilepsi melalui pretest dan posttest. Data hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan pengetahuan peserta dari skor rata rata awal 74.12 menjadi 82.5. Kata kunci : epilepsi, penyuluhan, anggota PMR
Copyrights © 2025