UMKM Batik Masaran di Desa Pilang, Sragen merupakan sentra produksi batik yang memiliki potensi ekonomi dan budaya tinggi, namun masih menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan usaha. Mayoritas pelaku usaha mencatat transaksi secara manual, tidak memiliki laporan keuangan yang terstruktur, serta belum memanfaatkan teknologi digital dalam pencatatan dan evaluasi keuangan. Rendahnya literasi keuangan dan terbatasnya keterampilan digital menjadi hambatan dalam meningkatkan daya saing dan mengakses pembiayaan. Pengabdian ini bertujuan untuk mentransformasi sistem pencatatan keuangan UMKM melalui digitalisasi berbasis aplikasi SIAPIK. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), yang dilaksanakan dalam empat tahap: penyuluhan manajemen keuangan, pelatihan penggunaan aplikasi SIAPIK, pendampingan implementasi, dan evaluasi hasil. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 2,25 menjadi 4,08 (skala 1–5), dengan indikator tertinggi pada penggunaan aplikasi dan penerapan disiplin keuangan. Refleksi peserta memperkuat temuan bahwa program ini mendorong perubahan perilaku ke arah pengelolaan usaha yang lebih tertib, transparan, dan profesional. Temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi keuangan berbasis pelatihan aplikatif dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan UMKM, serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Copyrights © 2025