Batu bata merah merupakan salah satu bahan konstruksi penting yang banyak digunakan dalam pembangunan. Di daerah Merauke, Papua Selatan, batu bata dibuat dari tanah yang bercampur lumpur dengan campuran serbuk kayu dan sekam padi, kemudian dibakar hingga berwarna kemerahan. Namun, keberadaan pemasok batu jenis lain dari luar Merauke telah menyebabkan penurunan minat masyarakat terhadap batu bata lokal. Hal ini diperparah dengan sistem pemasaran yang masih konvensional, seperti melalui baliho, media sosial, dan promosi langsung, yang kurang optimal dalam menjangkau konsumen secara luas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dirancang sebuah sistem informasi berbasis teknologi yang bertujuan memfasilitasi pemasaran dan penjualan batu bata merah secara online. Sistem ini dirancang menggunakan metode waterfall dengan alat bantu berupa flowchart, diagram konteks, data flow diagram (DFD), database, dan antarmuka pengguna berbasis PHP MySQL. Solusi ini diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung langsung antara produsen dan konsumen, meningkatkan efisiensi transaksi, serta mendorong daya saing industri rumahan batu bata di Kampung Wasur, Merauke. Pelaksanaan kegiatan melibatkan observasi, sosialisasi, implementasi teknologi, evaluasi, hingga publikasi hasil dalam jurnal ilmiah. Dengan penerapan sistem ini, diharapkan dapat tercipta kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam meningkatkan pemasaran produk lokal, sekaligus membantu industri rumahan agar tetap bertahan dan berkembang di era digital.
Copyrights © 2024