Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Performance Comparison Analysis of Yagi Antennas and Log-Periodic Antennas in Wireless Communication Applications Kaikatui, Rapha Nichita; Marsujitullah
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2024): Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AKBA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35585/inspir.v14i2.99

Abstract

Advancements in wireless communication technology have enabled more efficient data transfer, but antenna selection remains a critical factor in determining the performance of communication systems. This study investigates and compares the performance of Yagi and Log-periodic antennas in enhancing 4G LTE network quality in the remote area of Kampung Wasur. Both antennas were designed, fabricated, and evaluated based on key network parameters, including Received Signal Strength Indicator (RSSI), Reference Signal Received Power (RSRP), Reference Signal Received Quality (RSRQ), and Signal-to-Noise Ratio (SNR). The antennas were developed to operate at a frequency of 2100 MHz and tested in locations with minimal signal coverage. Experimental results showed that the Yagi antenna significantly outperformed the Log-periodic antenna in improving signal strength (average RSRP of -94.33 dBm) and stability (average RSRQ of -9.17 dB). Conversely, the Log-periodic antenna demonstrated superior performance in low-noise environments, achieving an SNR of 15 dB. Analysis revealed that signal quality was influenced by interference, environmental conditions, and physical obstacles, particularly during midday to late afternoon periods. This study contributes to the development of cost-effective antenna prototypes that enhance communication quality in areas with limited infrastructure, providing a practical solution for remote regions. The findings emphasize the importance of optimizing antenna alignment for line-of-sight (LOS) communication, employing noise filters to minimize interference, and conducting broader testing in varied environments. The research has the potential to improve connectivity in underserved areas, fostering digital inclusion and supporting socioeconomic development.
Implementasi Tempat Sampah Otomatis Berbasis Internet of Things pada Pantai Waninggap Naggo Sebagai Destinasi Wisata Pantai Deril Alfiance Kaligis; Marsujitullah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2024)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/87z0tm11

Abstract

Sampah merupakan salah satu penyebab sumber dalam kehidupan manusia jika tidak diolah secara baik dan benar, termasuk pada kehidupan sehari-hari yang bisa berdampak pada alam dan area komonitas masyarakat banyak seperti taman hiburan, tempat wisata pantai, alun-alun serta kompleks perumahan. Meskipun sampah rumah tangga menjadi salah satu penyumbang sampah terbanyak, selain sampah dari industri, akan tetapi sampah pada tempat wisata juga harus menjadi perhatian, mengingat bukan hanya sampah yang di akibatkan oleh oknum manusia itu sendiri, akan tetapi terdapat faktor-faktor lainnya. Selain itu, terdapat sampah yang merupakan sampah dari alam sendiri yang diakibatkan cuaca ekstrim maupun kondisi alam lainnya, oleh karenya sampah dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yakni sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang bisa membusuk oleh mikroorganisme, sementara sampah anorganik adalah sampah yang susah terurai lantaran mengandung bahan plastik, logam, dan kertas. Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya untuk kepentingan kesehatan saja, tetapi juga untuk keindahan lingkungan. Tujuan penelitian membuat tempat sampah yang dapat mengontrol dan memisahkan dua kelompok sampah tersebut, dengan membantu petugas dalam penginformasian melalui notifiksi. Alat ini rencanya akan dipadukan dengan menggunakan teknologi terbarukan saat ini yakni Internet of Things berbasis mikrokontroller yang akan di bantu dengan sensor pendukung sebagai pendeteksi sampah organik dan anorganik, serta modul GSM digunakan yang berguna sebagai pengirim informasi ketika sampah telah penuh pada tempat sampah yang di buat, yang nantinya diharapkan dapat membantu serta menjaga keindahan wisata pantai pada Kampung Waninggap Nanggo.
Sosialisasi dan Pembuatan Sistem Informasi Penjualan dan Pemasaran Batu Bata Wasur Berbasis Website pada Kampung Wasur Marsujitullah; Irfan Wildzan Muafa Muafa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2024)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/fvv84d23

Abstract

Batu bata merah merupakan salah satu bahan konstruksi penting yang banyak digunakan dalam pembangunan. Di daerah Merauke, Papua Selatan, batu bata dibuat dari tanah yang bercampur lumpur dengan campuran serbuk kayu dan sekam padi, kemudian dibakar hingga berwarna kemerahan. Namun, keberadaan pemasok batu jenis lain dari luar Merauke telah menyebabkan penurunan minat masyarakat terhadap batu bata lokal. Hal ini diperparah dengan sistem pemasaran yang masih konvensional, seperti melalui baliho, media sosial, dan promosi langsung, yang kurang optimal dalam menjangkau konsumen secara luas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dirancang sebuah sistem informasi berbasis teknologi yang bertujuan memfasilitasi pemasaran dan penjualan batu bata merah secara online. Sistem ini dirancang menggunakan metode waterfall dengan alat bantu berupa flowchart, diagram konteks, data flow diagram (DFD), database, dan antarmuka pengguna berbasis PHP MySQL. Solusi ini diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung langsung antara produsen dan konsumen, meningkatkan efisiensi transaksi, serta mendorong daya saing industri rumahan batu bata di Kampung Wasur, Merauke. Pelaksanaan kegiatan melibatkan observasi, sosialisasi, implementasi teknologi, evaluasi, hingga publikasi hasil dalam jurnal ilmiah. Dengan penerapan sistem ini, diharapkan dapat tercipta kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam meningkatkan pemasaran produk lokal, sekaligus membantu industri rumahan agar tetap bertahan dan berkembang di era digital.