Proses pencatatan hasil pertanian pada KWT Aglonema saat ini masih menggunakan cara konvensional yaitu mencatat pada buku laporan mengenai informasi rencana kegiatan pertanian, jadwal pembibitan, pembelian bahan pertanian, maupun pengelolaan produk panen. Kondisi tersebut jika dibiarkan secara terus menerus dapat mengakibatkan rendahnya tingkat keamanan data sebab data yang tertulis pada buku bisa rusak karena dimakan rayap, berkas semakin menumpuk banyak, maupun potensi hilang. Oleh sebab itu solusi yang bisa diterapkan adalah melalui pendekatan sosialisasi dan pelatihan sistem informasi pertanian untuk memudahkan pencatatan dan pengelolaan hasil pertanian di KWT Aglonema. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari hasil perhitungan kuesioner, menunjukkan nilai 4,29 yang berarti sangat baik. Melalui proses digitalisasi inilah para peserta mampu memahami materi yang disampaikan dan mereka juga paham dalam menggunakan sistem informasi pertanian tersebut.
Copyrights © 2025