Desa Rebo merupakan komunitas pesisir di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menghadapi degradasi lingkungan akibat aktivitas pertambangan timah di masa lalu. Sebagai upaya pemulihan ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, PT TIMAH Tbk melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui IKEBANA (Ikatan Keluarga Besar Anak Kenanga) yang berfokus pada rehabilitasi ekosistem mangrove dan penguatan mata pencaharian berbasis sumber daya pesisir. Program ini mencakup rehabilitasi sekitar 18 hektare lahan pascatambang menjadi habitat mangrove serta kegiatan restocking benih kepiting bakau untuk mendukung pemulihan ekosistem dan peningkatan pendapatan masyarakat. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengevaluasi dampak program menggunakan metode Social Return on Investment (SROI) dengan pendekatan evaluatif. Data dikumpulkan melalui telaah dokumen, wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, dan observasi lapangan. Outcome ekonomi, sosial, dan lingkungan diidentifikasi, dimonetisasi, serta disesuaikan dengan mempertimbangkan deadweight, attribution, dan displacement. Hasil analisis menunjukkan rasio SROI sebesar 2,78 : 1, yang berarti setiap investasi Rp1,00 menghasilkan nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan sebesar Rp2,78. Temuan ini menunjukkan bahwa rehabilitasi mangrove berbasis pemberdayaan masyarakat mampu menciptakan nilai multidimensi yang terukur dan berkontribusi pada pembangunan pesisir berkelanjutan di wilayah pascatambang.
Copyrights © 2026