Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena berkontribusi pada risiko komplikasi dan penurunan kualitas hidup, terutama ketika pengetahuan, dukungan keluarga, dan praktik perawatan mandiri belum memadai. Kegiatan pengabdian untuk meningkatkan kapasitas pasien hipertensi, keluarga, dan kader dalam memahami hipertensi serta melakukan pemantauan mandiri dan pengambilan keputusan rujukan cepat di Kelurahan Bulukunyi, Kabupaten Takalar. Pengabdian Masyarakat ini diikuti 41 peserta yang dilaksanakan dengan memadukan penyuluhan, diskusi terarah, dan pelatihan keterampilan (return demonstration). Hasil Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan pada hari pelaksanaan, sedangkan pengukuran tekanan darah dilakukan pada awal kegiatan sebagai skrining baseline dan aktivasi pencatatan. Hasil menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan yang jelas: sebelum intervensi peserta berada pada kategori “cukup” (59%) dan “kurang” (41%), setelah intervensi peserta dominan pada kategori “baik” (88%), dengan penurunan kategori “cukup” (5%) dan “kurang” (7%). Selain itu, peserta memperoleh keterampilan dasar pemantauan tekanan darah mandiri menggunakan tensimeter digital dan buku catatan serta pemahaman tanda bahaya dan alur rujukan cepat. Kegiatan pendampingan yang mengintegrasikan edukasi, diskusi, dan latihan keterampilan efektif meningkatkan literasi kesehatan dan kesiapan self-management sebagai fondasi peningkatan kualitas hidup, namun membutuhkan pendampingan lanjutan untuk penguatan keberlanjutan praktik.
Copyrights © 2026