Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SISTEMATIS REVIEW: PERAN TENAGA KESEHATAN DALAM MENGATASI KEJADIAN HIPERTENSI BERULANG PADA PENDERITA HIPERTENSI Saranga', Jenita Laurensia; Abu, Muhammad; Masahuddin, La; Rasimin, Rosmini
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i2.2279

Abstract

Hipertensi adalah kondisi kesehatan kronis yang memerlukan pengelolaan efektif untuk mencegah komplikasi serius dan kejadian berulang. Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam pengelolaan hipertensi, namun efektivitas berbagai strategi intervensi perlu dievaluasi lebih mendalam. Review ini bertujuan untuk menilai peran tenaga kesehatan dalam mencegah hipertensi berulang melalui berbagai pendekatan intervensi. Sistematis review ini mencakup analisis dari lima studi utama yang mengevaluasi berbagai intervensi pengelolaan hipertensi yang melibatkan tenaga kesehatan, termasuk program perawat, pemantauan oleh dokter umum, intervensi apoteker, dan pendekatan berbasis perilaku. Studi menunjukkan bahwa program manajemen hipertensi yang dipimpin oleh perawat dan intervensi apoteker efektif dalam mengontrol tekanan darah dan mencegah hipertensi berulang. Model perawatan kolaboratif yang melibatkan dokter, perawat, dan apoteker juga menunjukkan hasil positif, terutama dalam hal koordinasi perawatan dan pemantauan berkelanjutan. Edukasi pasien tentang pengelolaan hipertensi serta dukungan perilaku dari tenaga kesehatan berkontribusi pada peningkatan kepatuhan pasien dan pengurangan risiko hipertensi berulang. Tenaga kesehatan berperan penting dalam pengelolaan hipertensi dan pencegahan kejadian berulang. Implementasi model perawatan kolaboratif dan strategi berbasis perilaku dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan hipertensi. Koordinasi yang baik antara dokter, perawat, dan apoteker diperlukan untuk hasil yang optimal.
Peningkatan Kapasitas Keluarga Dalam Pemenuhan Self Care Pasien Tuberkulosis di Kelurahan Balocci Baru Latif, Aulia Insani; Tiala, Nur Hijrah; Masahuddin, La
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 02 (2023): May
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v3i02.203

Abstract

Tuberculosis is still one of the deadliest infectious diseases and has claimed millions of lives over the years. Several factors such as treatment adherence including length of treatment, drug side effects and access to health services are factors in increasing TB mortality rates. Some people who have family members with a history of tuberculosis do not understand how to care for and increase the independence of TB patients, plus the lack of internet access which makes people less exposed to health information, this is a partner problem so it is important to hold counseling on how to care for family members with TB, as well as assistance in increasing the self-care independence of TB patients. The service method is lecture/counseling, accompanied by simulations and questions and answers. This community service is held in January-February in Balocci Baru Village, Kec. Balocci to be exact in the courtyard area of the Balocci Baru village office. The results of the service are in accordance with the plan where participants are able to understand increasing the independence of self-care for TB patients and are enthusiastic during the counseling and mentoring process.
Edukasi Pencegahan Penularan Tuberkulosis di Desa Borisallo Latif, Aulia Insani; Tiala, Nur Hijrah; Masahuddin, La
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 02 (2023): May
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v3i02.205

Abstract

Tuberculosis (TB) is a hypersensitive infectious disease caused by Mycobacterium Tuberculosis. The bacteria infects the lungs (pulmonary TB), but can also infect other parts of the body (extrapulmonary TB). About 5-10% of the 1.7 billion people infected with TB will develop TB disease in their lifetime. The level of knowledge that is lacking will have an impact on increasing TB transmission and delaying the healing period or not maximizing TB treatment. Another impact of the lack of knowledge about TB is that it can lead to non-adherence during treatment. So that the success of TB treatment is largely determined by the high level of patient knowledge. This is a problem for partners, so it is important to provide counseling regarding the prevention of TB transmission. The service method is lecture/counseling, accompanied by simulations and questions and answers. This community service was held in January in Borisallo Village, Parangloe District, Gowa Regency, to be precise in the courtyard area of the Borisallo village office. The expected results are in accordance with the plan where participants are able to understand how to prevent transmission of TB disease and are enthusiastic during the counseling process.
Pendampingan Pasien hipertensi Berbasis Keperawatan Komunitas untuk Meningkatkan Kualitas Hidup di Kelurahan Bulukunyi Kabupaten Takalar Hijrah; Masahuddin, La; Anwar Ganing, Anwar Ganing; Pratiwi, Ayu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/r7115w26

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena berkontribusi pada risiko komplikasi dan penurunan kualitas hidup, terutama ketika pengetahuan, dukungan keluarga, dan praktik perawatan mandiri belum memadai. Kegiatan pengabdian untuk meningkatkan kapasitas pasien hipertensi, keluarga, dan kader dalam memahami hipertensi serta melakukan pemantauan mandiri dan pengambilan keputusan rujukan cepat di Kelurahan Bulukunyi, Kabupaten Takalar. Pengabdian Masyarakat ini diikuti 41 peserta yang dilaksanakan dengan memadukan penyuluhan, diskusi terarah, dan pelatihan keterampilan (return demonstration). Hasil Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan pada hari pelaksanaan, sedangkan pengukuran tekanan darah dilakukan pada awal kegiatan sebagai skrining baseline dan aktivasi pencatatan. Hasil menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan yang jelas: sebelum intervensi peserta berada pada kategori “cukup” (59%) dan “kurang” (41%), setelah intervensi peserta dominan pada kategori “baik” (88%), dengan penurunan kategori “cukup” (5%) dan “kurang” (7%). Selain itu, peserta memperoleh keterampilan dasar pemantauan tekanan darah mandiri menggunakan tensimeter digital dan buku catatan serta pemahaman tanda bahaya dan alur rujukan cepat. Kegiatan pendampingan yang mengintegrasikan edukasi, diskusi, dan latihan keterampilan efektif meningkatkan literasi kesehatan dan kesiapan self-management sebagai fondasi peningkatan kualitas hidup, namun membutuhkan pendampingan lanjutan untuk penguatan keberlanjutan praktik.