Emas merupakan logam mulia bernilai ekonomi tinggi yang dimanfaatkan secara luas dalam berbagai bidang, seperti perhiasan, elektronik, kesehatan, dan teknologi. Peningkatan produksi emas di Indonesia selama sepuluh tahun terakhir mendorong aktivitas eksploitasi di berbagai daerah, termasuk Desa Mokong, Kecamatan Moyo Hulu. Pengolahan emas di wilayah ini umumnya masih menggunakan metode amalgamasi yang memiliki tingkat toksisitas tinggi dan efisiensi ekstraksi yang rendah, sehingga diperlukan metode alternatif yang lebih efektif, seperti sianidasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi natrium sianida (NaCN), rasio padat–cair, dan waktu pelindian terhadap persen ekstraksi emas. Variasi konsentrasi NaCN yang digunakan adalah 250, 500, dan 750 ppm dengan rasio padat–cair 1:10, 1:15, dan 1:20 serta waktu pelindian 0,5; 6; 12; 24; dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaCN dan rasio padat–cair secara signifikan meningkatkan persen ekstraksi emas. Kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi NaCN 750 ppm dengan rasio padat–cair 1:20 selama 48 jam, menghasilkan persen ekstraksi emas sebesar 91%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan teknologi pengolahan emas yang lebih efektif dan berkelanjutan, khususnya bagi pertambangan emas skala kecil.
Copyrights © 2026