Pembelajaran adalah suatu upaya menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa dapat belajar. Berdasarkan hasil pengalaman peneliti sebagai guru matematika kelas VIII di SMPN 14 Banjarmasin bahwa hasil belajar siswa masih rendah dan perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan hasil belajar siswa salah satunya menggunakan model pembelajaran Means End Analysis (MEA). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui aktivitas siswa, (2) mengetahui hambatan-hambatan, dan (3) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada penerapan model pembelajaran Means End Analysis (MEA). Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan dalam 2 siklus menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-F yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas siswapada siklus I berada pada kualifikasi cukup baik dan pada siklus II berada pada kualifikasi sangat baik. (2) Hambatan-hambatan pada penerapan model pembelajaran MEA di antaranya adalah (a)  sulitnya bagi seorang guru memberikan bimbingan secara merata kepada setiap kelompok siswa, (b) siswa masih kesulitan ketika bekerja secara berkelompok, (c) ketika menampilkan hasil pekerjaan kelompoknya siswa masih kebingungan bagaimana cara menyampaikannya di depan siswa yang lain (3) Terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada penerapan model pembelajaran Means End Analysis (MEA). Kata kunci:  Hasil belajar siswa, Model pembelajaran Means End Analysis (MEA)
Copyrights © 2017