Tanaman kakao (Theobroma cacao. L) merupakan komoditas eskpor unggulan yang sangat potensial di negara Indonesia. Sedangkan masa pembibitan bibit yang baik berumur 3 sampai 6 bulan. Pembibitan tanaman kakao yang optimal akan menghasilkan tanaman buah kakao yang berkualitas dengan tingkat hasil panen yang maksimal. Media tanam pada masa pembibitan harus dilakukan pemeliharaan selama proses pembibitan . Salah satu proses pemeliharaan yang dapat digunakan adalah pemupukan. Alternatif pupuk yang dapat digunakan sebagai pengganti pupuk kimia atau anorganik dengan memanfaatkan urine hewan kelinci sebagai pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan pupuk organik cair (POC) dari bahan baku urine kelinci pada masa pembibitan tanaman kakao. Metode penelitian yang digunakan pada yaiu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 4 taraf Perlakuan yaitu POC Urine Kelinci dosis P0 sebanyak 0 ml, P1 sebanyak 50 ml, P2 sebanyak 100 ml, dan P3 sebanyak 150 ml dengan frekuensi pengaplikasian 2 minggu sekali selama umur bibit 90 hari pada tanaman kakao sebanyak 140 bibit. Hasil terbaik penelitian serta parameter yang digunakan terjadi pada umur 90 HST parameter tinggi tanaman dengan rata-rata 25,64 cm, diameter batang dengan rata-rata 0,43 cm, jumlah daun dengan rata-rata 9,04 helai, berat basah total tajuk tanaman dengan rata-rata 9,36 gram, dan berat kering total tajuk tanaman dengan rata-rata 2,69 gram.
Copyrights © 2024