cover
Contact Name
Rahmawati
Contact Email
jurnaljagadtani@gmail.com
Phone
+6282142565631
Journal Mail Official
jurnaljagadtani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian diterbitkan
ISSN : 30467535     EISSN : 30465842     DOI : https://doi.org/10.71333/w557rs37
Core Subject : Agriculture,
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian (pISSN: 3046-7535 | eISSN: 3046-5842) merupakan jurnal yang menerbitkan artikel hasil penelitian (baik penelitian lapangan maupun studi pustaka) di bidang Ilmu Pertanian dan ilmu-ilmu yang berkaitan. Jurnal ini diterbitkan oleh Yayasan Jagad Aksara Kita sejak tahun 2024.
Articles 40 Documents
Analisa Kandungan C-Organik Tanah dan Total Populasi Mikroorganisme Tanah Sebelum dan Setelah Aplikasi Pupuk Organik Blotong Pada Lahan Tebu PTPN XI Di Kebun Mrawan dan Kebun RVO Tapen Khintana Salsavira
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/m173mz19

Abstract

Kesuburan tanah menjadi aspek penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Penerapan pupuk organik blotong merupakan metode untuk menyediakan bahan organik ke dalam tanah, meningkatkan kandungan c-organik tanah dan mendukung proses mikroorganisme tanah dalam proses dekomposisi bahan organik, sehingga tanah menjadi subur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kandungan c-organik tanah dan total populasi mikroorganisme tanah sebelum dan setelah aplikasi pupuk organik blotong pada lahan tebu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2022-Juni 2023 di kebun Mrawan dan RVO Tapen, Kabupaten Bondowoso dan di Laboratorium Biosain Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini bersifat deskriptif. Pada pengujian kandungan c-organik dilakukan menggunakan metode Walkley and Black. Sedangkan pengujian total populasi bakteri menggunakan metode TPC (Total Plate Count). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kandungan c-organik tanah pada lahan Mrawan dan RVO Tapen mengalami peningkatan dari kategori sangat rendah (<1%) menjadi kategori rendah di lahan Mrawan 1,028% dan di lahan RVO Tapen 1,478%. Sedangan pada total populasi mikroorganisme tanah berkorelasi positif terhadap kandungan c-organik tanah pada lahan Mrawan dan RVO Tapen dimana apabila kandungan c-organik pada tanah meningkat maka total populasi mikroorganise tanah juga ikut meningkat.  
Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Urine Kelinci Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Lailatul Hikmah; Abdurrahman Salim; Abdul Madjid; Titien Fatimah
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/b4ync553

Abstract

Tanaman kakao (Theobroma cacao. L) merupakan komoditas eskpor unggulan yang sangat potensial di negara Indonesia. Sedangkan masa pembibitan bibit yang baik berumur 3 sampai 6 bulan. Pembibitan tanaman kakao yang optimal akan menghasilkan tanaman buah kakao yang berkualitas dengan tingkat hasil panen yang maksimal. Media tanam pada masa pembibitan harus dilakukan pemeliharaan selama proses pembibitan . Salah satu proses pemeliharaan yang dapat digunakan adalah pemupukan. Alternatif pupuk yang dapat digunakan sebagai pengganti pupuk kimia atau anorganik dengan memanfaatkan urine hewan kelinci sebagai pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan pupuk organik cair (POC) dari bahan baku urine kelinci pada masa pembibitan tanaman kakao. Metode penelitian yang digunakan pada yaiu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 4 taraf Perlakuan yaitu POC Urine Kelinci dosis P0 sebanyak 0 ml, P1 sebanyak 50 ml, P2 sebanyak 100 ml, dan P3 sebanyak 150 ml dengan frekuensi pengaplikasian 2 minggu sekali selama umur bibit 90 hari pada tanaman kakao sebanyak 140 bibit. Hasil terbaik penelitian serta parameter yang digunakan terjadi pada umur 90 HST parameter tinggi tanaman dengan rata-rata 25,64 cm, diameter batang dengan rata-rata 0,43 cm, jumlah daun dengan rata-rata 9,04 helai, berat basah total tajuk tanaman dengan rata-rata 9,36 gram, dan berat kering total tajuk tanaman dengan rata-rata 2,69 gram.
Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Ekstrak Bawang Merah Terhadap Pertumbuhan Akar Setek Lada(Piper ningrum L.) Varietas Kerinci Hasan Basri; Ujang Setyoko
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/t88kfa68

Abstract

Pendahuluan. Lada (Piper nigrum L.) merupakan salah satu tanaman rempah paling tua dan populer didunia. Perbanyakan  lada dengan setek membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan untuk pertumbuhan akar. Salah satu cara untuk memacu terbentuknya akar yaitu dengan cara pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) alami. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan setek lada. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan Mei 2023 yang bertempat di lahan Politeknik Negeri Jember (-8,1590464, 113,7240660). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Faktor yang digunakan yaitu berbagai konsentrasi ekstrak bawang merah dengan 5 level perlakuan pada konsentrasi, K0 = 0% (kontrol), K1 = 12,5%, K2 = 25%, K3 = 37,5 %, K4 = 50%. Setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan, dengan total 20 unit dan setiap unit terdiri dari 10 setek. Data yang telah didapatkan dari hasil pengujian kemudian dianalisis menggunakan uji F (Anova). Apabila terdapat pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut menggunkan BNT pada taraf 5%. Parameter pengamatan meliputi jumlah akar, panjang akar (cm), volume akar (ml). Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  konsentrasi ektra bawang merah berbeda sangat nyata terhadap jumlah akar, panjang akar,dan volume akar berbeda tidak nyata pada semua parameter pengamatan. Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa pemberian ektrak bawang merah terhadap jumlah akar, panjang akar, dan volume akar pada 10 minngu setelah tanam berpengaruh berbeda tidak nyata.
Analisa Faktor Pertumbuhan Tebu Terhadap Berat Nira Tebu (Saccarum officinarum L.) Sony Setiawan; Abdurrahman Salim; Triono Bambang Irawan; Sepdian Luri Asmono
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/7094j190

Abstract

Pendahuluan. Tanaman  Tebu  (Saccarum  officinarum)  adalah  jenis  tanaman  perkebunan  satu musim  atau  siklus  hidupnya  sekali  dalam  satu  tahun. Sifat dari tanaman  tebu  yaitu  batang  tanamannya  mengandung  glukosa. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini menggunakan data yang sudah tersedia di Pg. Prajekan, meliputi data Panjang batang, Berat batang, Jumlah Ruas dan Berat Nira. Data yang dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda.  Hasil dan Diskusi. Dilihat dari hasil perhitungan anova yaitu bahwa F 816.894 lebih besar dari F Tabel 5% adalah 2.553. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Setiap variabel panjang batang, berat batang, jumlah ruas dan diameter batang secara bersamaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel berat nira. Variabel panjang batang, jumlah ruas, dan diameter batang secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel berat nira. sedangkan berbeda dengan variabel berat batang yang menunjukkan bahwa secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel berat nira. Simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa  panjang batang, berat batang, jumlah ruas dan diameter batang secara bersamaan mempunyai pengaruh yang signifikan.
Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Urine Kambing Pada Bibit Lada (Piper nigrum L.) Agus Fatah Mustafa; Rahmawati
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/nysr0k96

Abstract

Pendahuluan. Indonesia sejak masa penjajahan dikenal sebagai penghasil rempah- rempah, salah satunya adalah lada. Akan tetapi pada kenyataannya terdapat penurunan produksi. Pupuk merrupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi lada. Salah satu pupuk yang berasal dari limbah peternakan adalah urin kambing Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 6 taraf perlakuan konsentrasi pupuk oreganik cair urin kambing yaitu P1 = 0 %  P2 = 10%   P3 = 20 %,  P4 = 30 %  , P5 = 40% ,  dan P6 = 50 % (setiap taraf terdiri dari 4 sempel bibt lada) dengan menggunakan 4 kali ulangan sehingga total ada 96 unit percobaan. Data dari hasil percobaan yang dianalisa menggunakan metode analisa varian Anova pada taraf 5%. Apabila menunjukkan hasil beda nyata dilakukan dengan uji lanjut BNT pada taraf 5%. Hasil dan Diskusi. Pemberian konsentrasi pupuk organik cair urin kambing tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit lada pada semua parameter pengamatan. Pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 10%  pada bibit lada menunjukkan hasil lebih baik pada parameter pengamatan diameter batang bibit lada sedangkan pada konsentrasi 50% menunjukkan pertumbuhan bibit lada menunjukkan hasil lebih baik pada parameter jumlah buku dan jumlah daun bibit lada. Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Urine Kambing Pada Bibit Lada  (Piper nigrum L.) didapatkan kesimpulan Pemberian konsentrasi pupuk organik cair urin kambing tidak berpengaruh terhadap konsentrasi pertumbuhan bibit lada pada semua parameter pengamatan.
Pengaruh PGPR Akar Kelapa Sawit dan Trichoderma sp. Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Varietas DXP Simalungun Sandi Widiyanto; Irma Wardati; Abdurrahman Salim; Abdul Madjid
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/dn9b6e18

Abstract

Pendahuluan. Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) berasal dari Nigeria, Afrika Barat. Pembibitan pada budidaya kelapa sawit ada dua tahap, yaitu pembibitan awal (pre nursery) dan pembibitan utama (main nursery). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi PGPR akar kelapa sawit dan Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (elaesis guinnesis jacq.) varietas dxp simalungun di akhir main nursery. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2023 di Laboratorium Lapang Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan untuk penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial terdiri dari 4 perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 6 ulangan, Adapun perlakuan yang digunakan yaitu perlakuan P0 : tanpa aplikasi PGPR dan Trichoderma sp. P1 : aplikasi PGPR (kerapatan 106  CFU), P2 : aplikasi Trichoderma sp. (kerapatan 109 spora/ml), P3 :aplikasi PGPR (kerapatan 106 CFU) + Trichoderma sp. (kerapatan 109 spora/ml). Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah pelepah, volume akar. Hasil dan Diskusi. Aplikasi PGPR dan Trichoderma sp. berpengaruh sangat nyata  terhadap jumlah pelepah 37 MST dan volume akar pada umur 43 MST, berpengaruh nyata terhadap jumlah pelepah 35 MST dan 39 MST, serta berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang bibit kelapa sawit main nursery. Simpulan. Aplikasi PGPR dan Trichoderma sp. Berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang bibit kelapa sawit main nursery.
Pertumbuhan Koloni Bakteri dan Karakteristik Morfologi Bakteri Akar Tebu dalam Cairan Terfermentasi Muhammad Anugerah Zakaria
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/6yqesm85

Abstract

Pendahuluan. Permasalahan utama dalam industri gula adalah produksi gula kristal putih (GKP) yang belum dapat memenuhi kebutuhan nasional. Untuk meningkatkan kualitas dan produksi tebu, teknik budidaya tebu perlu diperhatikan, terutama pada kesuburan tanah. Kesuburan tanah dapat ditingkatkan dengan menggunakan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan koloni bakteri, morfologi bakteri dan hasil identifikasi bakteri akar tebu pada cairan fermentasi. Metode Pengumpulan Data. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode observasi dan analisis data secara deskriptif yaitu dengan mengambil hasil data dari laboratorium yang kemudian akan di jelaskan secara deskriptif. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian pertumbuhan bakteri akar tebu dalam cairanterfermentasi didapatkan data jumlah koloni minggu ke 1 adalah 7,7 × 107CFU/ml dan jumlah koloni tertinggi pada minggu ke 2 yakni 28,8 × 107 CFU/mlserta jumlah koloni terendah pada minggu ke 3 yakni 5,8 × 107 CFU/ml. Simpulan. Karakteristik koloni bakteri akar tebu meliputi warna koloni kuning, pink, biru, putih susu, pink, kuning, dan biru di tengah; karaktesistik ukuran koloni yaitu besar, titik dan sedang; karakteristik bentuk koloni yaitu circular dan iregular; karakteristik elevasi koloni yaitu convex dan flat; karakteristik permukaan koloni yaitu mucoid dan smooth; karakteristik tepian koloni yaitu regular dan iregular; karakteristik bentuk sel keseluruhan yaitu basil dan pewarnaan gram +.Identifikasi bakteri akar tebu dalam cairan terfermentasi didapatkan jenis bakteri yakni Pseudomonas spp., Azotobacter spp., Rhizobium spp., dan Lactobacillus spp.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Cair Tahu Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Agil Waskita Adi Putra Pamungkas; Nanang Dwi Wahyono; Anni Nuraisyah; Sepdian Luri Asmono
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/qp915s94

Abstract

Pendahuluan. Pemupukan adalah salah satu kegiatan pemeliharaan tanaman yang memiliki peran yang cukup penting terhadap produktivitas tanaman kakao. Pemupukan yang kurang optimal dapat mempengaruhi pertumbuhan dalam fase pembibitan dan produksi. Agar dapat mengetahui pemupukan yang optimal perlu dilakukan pemupukan berdasarkan dosis pupuk yang dibutuhkan tanaman. Metode Pengumpulan Data. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Kebun Inovasi Politeknik Negeri Jember yang berlangsung dari Bulan Februari 2023 Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan dan 4 perlakuan yang terdiri dari C0 (Tanpa (POC) limbah cair tahu), C1 (Pemupukan menggunakan (POC) limbah cair tahu dengan dosis = 80 ml/polybag), C2 (Pemupukan menggunakan (POC) limbah cair tahu dengan dosis = 160 ml/polybag), C3(Pemupukan menggunakan (POC) limbah cair tahu dengan dosis = 24 ml/polybag). Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman (cm), diameter tanaman (cm), Jumlah daun (Helai), berat basah (Gram) dan berat kering (Gram). Pengamatan yang telah dilakukan selanjutnya dilakukan analisis sidik ragam (Anova) dan jika hasil menunjukkan berbeda nyata, maka dilakukan uji lanjut BNJ taraf 5%. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dosis pupuk organik cair (POC) limbah tahu tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Perlakuan klon kakao hibrida juga memberikan hasil tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Sedangkan interaksi antara dosis POC limbah tahu dengan klon kakao hibrida memberikan hasil tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Simpulan. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian perlakuan Pupuk Organik cair (POC) limbah cair tahu memberikan hasil berbeda tidak nyata terhadap kelima parameter yang diamati pada bibit kakao yang diteliti yaitu, tinggi bibit, diameter batang bibit, jumlah daun pada bibit, berat basah dan berat kering bibit.
Pengaruh Sinergitas Mikroba Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Tebu (Saccharum Offichinarum. L) di Kebun Ramban Wetan 1 PG Pradjekan Bondowoso Nurul Hidayat; Anni Nuraisyah; Abdurrahman Salim; Ujang Setyoko
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/d26x7817

Abstract

Pendahuluan. Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman penghasil gula yang menjadi salah satu penghasil karbohidrat. Produksi gula tahun 2020 yang mencapai 2,12 juta ton mengalami penurunan dari tahun 2019 yang sebanyak 2,23 juta ton. Rendahnya produksi gula tersebut diakibatkan oleh rendahnya produktivitas tebu yang hanya mencapai 52,2 ton per hektar.Hal ini disebabkan oleh kondisi lahan yang kritis akibat penggunaan pupuk anorganik yang belum tepat dan efisien dalam meningkatkan pertumbuhan. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesuburan tanah salah satunya dengan melakukan penambahan bahan organik yang tergabung dalam sebuah zat yaitu sinergitas mikrobia. Sebab bahan organik dapat meningkatan porositas tanah, status kadar air dalam tanah, dan memperbaiki struktur tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sinergitas mikrobia terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tebu (Saccharum officinarum.L)   Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 sampai bulan Maret 2023 di lahan Ramban Wetan 1 PG Pradjekan Bondowoso. Metode penelitian yang digunakan yaitu Uji Independent Simple T-tes yang terdiri atas 2 perlakuan, yaitu perlakuan pertama tanaman kontrol (pupuk ZA 8 kw/ha, SP36 2 kw/ha, KCL 2 kw/ha) dan perlakuan kedua yaitu ( pupul blotong, bakteri tanah, bakteri PGPR akar tebu, asam amino) + pupuk anorganik dosis 50% (ZA, SP36 dan KCL). Terdiri dari 2 Perlakuan yaitu tanaman tebu kontrol atau A0 (pupuk Za 8kw/ha, SP36 2kw/ha, KCL 2kw/ha) dan tanaman tebu aplikasi atau A1 (pupuk blotong, bakteri tanah, PGPR akar tebu, asam amino + pupuk Za 4kw/ha, SP36 1kw/ha, KCL 1kw/ha). Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang sangat nyata pada parameter jumlah anakan (tunas), tinggi batang (cm) dan diameter batang (mm). Sedangkan pada parameter jumlah daun menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh nyata. Selain itu pada kandungan klorofil daun tebu menunjukkan perlakuan A1 lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan A0. Simpulan. Perlakuan pemberian sinergitas mikrobia terhadap pertumbuhan vegetative tanaman tebu memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun, Namun memberikan pengaruh yang sangat berbeda nyata pada parameter jumlah anakan, tinggi batang dan diameter batang. Kandungan klorofil pada perlakuan A1 lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan A0
Beberapa Macam Media Aklimatisasi Planlet Kelapa (COCOS NUCIFERA L.) Azizy Zaky Zamzamy; Abdul Madjid
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/pape3e95

Abstract

Pendahuluan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Beberapa Macam Media Aklimatisasi Planlet Kelapa (Cocos nucifera L.). Metode Pengumpulan Data.  Pelitian ini dilakukan di Politeknik Negeri Jember provinsi Jawa timur dan dilaksanakan pada Juli 2023 sampai dengan bulan Desember 2023. Rancangan penelitian yang digunakan berupa rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perperlakuan P1 (1 top soil : 1 pasir : 1 pupuk kompos ), P2 (1 top soil : 2 pasir : 1 pupuk kompos ), P3 (1topsoil : 1 pasir : 2 pupuk kompos ), P4 (2 top soil : 1 pasir : 1 pupuk kompos ), yang diulang 6 ulangan, sehingga terdapat 24 unit perlakuan dan setiap unit perlakuan terdiri dari 3 sampel. ANOVA digunakan untuk mengurangi keragaman data. Apabila diperoleh hasil bedanyata lebih besar dari F-tabel 5% kemudian di uji lanjut menggunakan BNJ 5%. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah % planlet hidup, jumlah daun, diameter, dan tinggi tamanan. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa beberapa macam media tidak memberikan pengaruh terhadap persentase hidup, jumlah daun, diameter batang dan tinggi tanaman. Perlakuan P3( 1 Top Soil : 1 Pasir: 2 Pupuk Kompos ) menberikan nilai rata-rata paling tinggi pada setiap parameter perlakuan. Simpulan. Berdasarkan hasil analisis ragam yang dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan ini dapat diambil kesimpulan beberapa macam media tidak nyata memberikan pengaruh terhadap persentase hidup, jumlah daun, diameter plantlet dan tinggi tanaman. Perlakuan P3 (1 top soil : 1 pasir : 2 pupuk kompos) menberikan nilai rata-rata paling tinggi pada setiap parameter perlakuan.

Page 1 of 4 | Total Record : 40