Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian diterbitkan
Vol 2 No 1 (2025)

Identifikasi Morfologi dan Kerapatan SporaMetarhizium anisopliae Selama Penyimpanan Pada Suhu Ruang (25ºC)

Vita Risti Amanda (POLITEKNIK NEGERI JEMBER)



Article Info

Publish Date
10 Jan 2025

Abstract

Pendahuluan. Serangan hama pada tanaman merupakan faktor penghambat bagi peningkatan produksi pertanian di Indonesia. Pengendalian hama menggunakan senyawa kimia dengan dosis yang berlebihan akan menimbulkan dampak yang negatif bagi lingkungan sekitar, maka sebab itu perlu dilakukan pengendalian hama secara terpadu (PHT) salah satunya menggunakan cendawan Metarhizium anisopliae. Keefektifan dari cendawan ditentukan oleh spora dari cendawan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi dan kerapatan spora dari cendawan Metarhizium anisopliae.. Metode Pengumpulan Data. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif yaitu dengan cara mengamati morfologi dari cendawan mulai dari warna, bentuk dan kerapatan spora dari cendawan tersebut. Hasil dan Diskusi. Pengamatan pertumbuhan cendawan M.anisopliae secara makroskopis pada 8 HSI menunjukkan cendawan M. anisopliae mengalami awal pertumbuhan koloni berwarna putih, pada 18 HSI pertumbuhan cendawan yang belum sempurna dikarenakan hanya bagian luar media yang mengalami pertumbuhan secara merata sedangkan pada bagian dalam media koloni dari cendawan masih berwarna putih, pada 28 HSI pertumbuhan cendawan M. anisopliae sudah mengalami pertumbuhan yang sempurna dikarenakan warna koloni dari cendawan M. anisopliae sudah merata keseluruh bagian dari media,   pada 38 HSI menunjukkan bahwa cendawan M. anisopliae mengalami perubahan warna pada koloni yang cukup signifikan yaitu hijau kecoklatan bahkan menghitam, pada 48 HSI menunjukkan bahwa cendawan M. anisopliae memiliki warna koloni putih kecoklatan dan menghitam. Pengamatan secara mikroskopis menunjukkan bahwa M. anisopliae memiliki spora yang berbentuk panjang telur hingga silindris dan membentuk rantai, konidia ber sel satu, dengan miselium bersekat, miselium adalah sekumpulan hifa yang membentuk benang benang serta konidiofor berbentuk panjang dan memiliki warna hialin. Kerapatan spora sendiri menunjukkan pada 8 HSI kerapatan spora memiliki nilai 4,20 x 109 spora/ml, pada 18 HSI kerapatan spora menurun menjadi 3,56 x 109 spora/ml, pada 28 HSI cendawan mengalami kenaikan kerapatan spora yang mencapai 4,97 x 109 spora/ml, pada 38 HSI kerapatan spora dari cendawan mengalami penurunan hingga mencapai angka 2,64 x 109 spora/ml dan pada 49 HSI kerapatan spora juga menurun hingga mencapai 1,80 x 109 spora/ml. Simpulan, Dengan parameter berupa morfologi mikroskopis dan makroskopis dari cendawan serta kerapatan spora menunjukkan bahwa saat pengamatan secara makroskopis cendawan memiliki warna awal koloni putih dan seiring berjalannya waktu cendawan berubah warna menjadi hijau gelap, sedangkan pada saat pengamatan secara mikroskopis cendawan memiliki spora yang berbentuk Panjang telur hingga silindris dan membentuk rantai, konidia ber sel satu, dengan miselium bersekat dan kerapatan spora tertinggi dicapai pada saat cendawan berusia 28 HSI yaitu 49 x 109  spora/ml.  

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jt

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian (pISSN: 3046-7535 | eISSN: 3046-5842) merupakan jurnal yang menerbitkan artikel hasil penelitian (baik penelitian lapangan maupun studi pustaka) di bidang Ilmu Pertanian dan ilmu-ilmu yang berkaitan. Jurnal ini diterbitkan oleh Yayasan Jagad Aksara Kita sejak tahun ...