Pendahuluan. Tanaman kopi (Coffea sp.) merupakan komoditas ekspor yang berperan penting sebagai sumber devisa negara, perkembangan ekonomi daerah, dan pendapatan petani. Pembibitan merupakan langkah awal dari seluruh rangkaian kegiatan budidaya kopi yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman dan mutu hasil. Pemberian pupuk organik cair merupakan salah satu upaya memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi pada media tanam,salah satunya POC limbah kulit kopi. Limbah kulit kopi dalam bidang pertanian dapat memperbaiki kesuburan tanah, serta merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun sehingga bagus untuk dijadikan pupuk organik cair oleh masyarakat dan dapat mengurangi limbah kopi yang menjadi permasalahan petani setiap produksi kopi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi terbaik bagi pertumbuhan bibit kopi dengan menggunakan pupuk organik cair (POC) limbah kulit kopi. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2023 sampai Desember 2023, yang bertempat di Lahan Pembibitan Laboratorium Teknologi Benih, Politeknik Negeri Jember. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial. Analisa Data. Terdiri dari 4 taraf perlakuan POC limbah kulit kopi, perlakuan A0 (Konsentrasi 0%/kontrol), A1 (Konsentrasi 20%), A2 (Konsentrasi 40%) dan A3 (Konsentrasi 60%) dengan frekuensi pengaplikasian 2 minngu sekali selama 18 MST pada tanaman kopi sebanyak 120 bibit. Hasil dan Diskusi. Hasil tertinggi penelitian serta parameter yang digunakan terjadi pada umur 18 MST pada perlakuan A3 dengan konsentrasi 60%, parameter tinggi tanaman dengan rata-rata 9,83 cm, parameter diameter batang dengan rata-rata 0,24 cm, parameter jumlah daun dengan rata-rata 5,61 cm , berat basah akar dengan rata-rata 0,62 gram, dan berat kering akar dengan rata-rata 0,31 gram. Simpulan. Perlakuan yang tertinggi adalah perlakuan A3 dengan konsentrasi 60%.
Copyrights © 2025