Berdasarkan Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) Indonesia berada di peringkat ke-4 sebagai negara dengan jumlah fraud di tahun 2022, tercatat sebanyak 23 kasus. Banyaknya kasus manipulasi pada pelaporan keuangan telah menimbulkan kecurigaan investor terhadap pelaporan arus kas, laporan arus kas sangat penting dalam memberikan informasi mengenai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, mengevaluasi kegiatan operasional yang telah berlangsung, dan merencanakan aktivitas investasi dan pembiayaan di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat indikasi manipulasi laporan keuangan menggunakan cash flow pada perusahaan manufaktur sektor pertambangan di BEI periode 2019-2023. Metode penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan data sekunder melalui laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan oleh perusahaan manufaktur sektor pertambangan periode 2019-2023 yang diperoleh melalui website resmi perusahaan dan website https://www.idx.co.id/id. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling sesuai kriteria dan menggunakan teknik pengukuran yang telah ditentukan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat indikasi fraud karena semakin bertambah utang jangka panjang pada laporan neraca justru meningkatkan arus kas bagian pendanaan serta setiap naik turunnya arus kas operasional sejalan dengan naik turunnya pendapatan neto.
Copyrights © 2024