Bullying merupakan suatu kegiatan yang cukup meresahkan dan berpotensi mengganggu pencapaian tujuan pendidikan di sekolah dasar. Perilaku bullying di kalangan siswa sekolah yang dikenal dengan istilah school bullying semakin meningkat. Umumnya anak yang menjadi korban bullying akan merasakan ketidakbahagiaan, terutama ketika mereka berada di lingkungan dimana mereka di-bully. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana bullying terjadi di tingkat sekolah dasar dan memperoleh data faktual mengenai perilaku bullying pada anak sekolah dasar pada sebuah sekolah di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan fokus pada penyelenggaraan pendidikan di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain fenomenologi untuk mengungkap fakta dibalik fenomena bullying yang terjadi pada anak di sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di sebuah sekolah dasar. Informan penelitian adalah siswa, guru, dan orang tua. Wawancara merupakan teknik pengumpulan data utama yang dilakukan dalam penelitian ini. Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis kualitatif. Temuan penelitian ini menunjukkan lima penyebab utama terjadinya bullying di sekolah dasar berdasarkan hasil penelitian ini. Hal yang pertama adalah bullying dilakukan oleh anak yang merasa lebih berkuasa di sekolah. Kedua, perundungan terjadi karena korbannya sangat lemah sehingga besar potensi perundungan dari anak lain. Ketiga, bullying terjadi karena perasaan rendah diri pada anak korban bullying. Keempat, bullying terjadi karena perbedaan fisik. Terakhir, bullying terjadi karena korban mempunyai kondisi ekonomi yang kurang mampu.
Copyrights © 2024