Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan strategi pengelolaan pasar tradisional yang paling efektif dalam meningkatkan pelayanan kepada customer, dengan studi kasus di Pasar Seketeng, Kabupaten Sumbawa. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya kualitas pelayanan publik di sektor pasar tradisional dan tantangan pengelolaan konvensional yang tidak responsif terhadap perubahan sosial-ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP), melibatkan 30 responden yang terdiri dari birokrat, akademisi, pedagang, dan customer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengelolaan gabungan antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat memiliki bobot tertinggi (58,2%). Dari lima strategi yang dianalisis, revitalisasi sarana dan prasarana pasar menempati prioritas utama (33,4%), diikuti oleh penguatan manajemen pengelolaan, penetapan regulasi daerah, ekspansi pasar, dan penguatan permodalan. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan kolaboratif dan berbasis bukti dalam perumusan kebijakan pengelolaan pasar. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dan teoretis dalam pengembangan tata kelola pasar rakyat yang lebih responsif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025