In silico merupakan pendekatan eksperimental yang kini banyak digunakan sebagai metode inovatif dalam mengevaluasi potensi senyawa bioaktif, terutama dalam desain obat berbasis komputer. Salah satu agen antioksidan yang tengah dikembangkan adalah nanopartikel logam, seperti perak (AgNP), yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Sintesis AgNP secara hijau, menggunakan tanaman sebagai agen pereduksi, dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional. Teh hijau mengandung flavonoid, salah satunya Epigallocatechin Gallate (EGCG), yang berperan sebagai antioksidan sekaligus reduktor dalam sintesis AgNP. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi AgNP hasil sintesis hijau dengan teh hijau melalui pendekatan in silico. Metode penelitian meliputi analisis drug scan, PreADME, uji toksisitas menggunakan Toxtree, dan molecular docking terhadap protein target antioksidan 1URM. Hasil docking menunjukkan nilai binding energy sebesar -5.00 kcal/mol, dibandingkan dengan binding affinity ligan alami -5.13 kkal/mol dan RMSD sebesar 0.46 Å, menandakan afinitas dan validitas interaksi ligan-protein yang cukup baik. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa senyawa AgNP dengan reduktor EGCG dari turunan flavonoid memiliki potensi aktivitas yang baik sebagai antioksidan berbasis in Silico.
Copyrights © 2025