Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi In Silico Nanopartikel Perak dengan Teh Hijau (Camellia sinensis) Sebagai Aktivitas Antioksidan Elsya Maghfiroh; Septian Dwi Mulyana; Reffa Aulia Merdiana; Febriyanti Khoiriyah; Tita Sofia Putri Meilanie; Elsa Mahfudhotul Aini
Tinctura Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v6i2.7301

Abstract

In silico merupakan pendekatan eksperimental yang kini banyak digunakan sebagai metode inovatif dalam mengevaluasi potensi senyawa bioaktif, terutama dalam desain obat berbasis komputer. Salah satu agen antioksidan yang tengah dikembangkan adalah nanopartikel logam, seperti perak (AgNP), yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Sintesis AgNP secara hijau, menggunakan tanaman sebagai agen pereduksi, dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional. Teh hijau mengandung flavonoid, salah satunya Epigallocatechin Gallate (EGCG), yang berperan sebagai antioksidan sekaligus reduktor dalam sintesis AgNP. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi AgNP hasil sintesis hijau dengan teh hijau melalui pendekatan in silico. Metode penelitian meliputi analisis drug scan, PreADME, uji toksisitas menggunakan Toxtree, dan molecular docking terhadap protein target antioksidan 1URM. Hasil docking menunjukkan nilai binding energy sebesar -5.00 kcal/mol, dibandingkan dengan binding affinity ligan alami -5.13 kkal/mol dan RMSD sebesar 0.46 Å, menandakan afinitas dan validitas interaksi ligan-protein yang cukup baik. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa senyawa AgNP dengan reduktor EGCG dari turunan flavonoid memiliki potensi aktivitas yang baik sebagai antioksidan berbasis in Silico.  
Studi In Silico Nanopartikel Perak dengan Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia) sebagai Antibakteri Apriliya Mauldy H Putri; Septian Dwi Mulyana; Reyda Eka F N Aini; Nabila Putri Syafi’in; Nada Aulia L Mahmudah; Nadya J Ats-Tsaqiifah
Tinctura Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v6i2.7315

Abstract

Nanopartikel Perak (NPAg) menjadi fokus penelitian karena aktivitas antibakterinya tinggi, rasio permukaan terhadap volumenya tinggi dan ukurannya kecil, NPAg dapat dengan mudah menembus dinding sel bakteri. Metode sintesis konvensional menggunakan bahan kimia menimbulkan bahaya dan memerlukan biaya tinggi, sehingga metode sintesis hijau dengan bioreduktor alami seperti jeruk nipis menjadi alternatif yang ramah lingkungan. Jeruk nipis mengandung senyawa flavonoid, berfungsi sebagai pereduksi alami, mengubah ion Ag+ menjadi Ag0. Pengembangan in silico merupakan pendekatan eksperimental yang kini banyak digunakan sebagai metode inovatif dalam mengevaluasi potensi senyawa bioaktif, terutama dalam desain obat berbasis komputer. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi in silico NPAg dengan jeruk nipis sebagai antibakteri melalui metode sintesis hijau. Penelitian dilakukan secara in silico menggunakan molecular docking. Ligan yang digunakan yaitu Quercetin sebagai senyawa flavonoid jeruk nipis, reseptor target antibakteri dari Protein Data Bank (PDB) dengan ID 4ZVI, meliputi drug scan , analisis ADME, uji toksisitas, preparasi reseptor, validasi metode docking, dan visualisasi hasil docking. Hasil menunjukkan Quercetin memenuhi aturan Lipinski's rule dan memiliki nilai binding energy -4,63 kcal/mol. Meskipun pada uji toksisitas Cramer Rules Kroes menunjukkan toksisitas tinggi (Class III), Quercetin pada jeruk nipis tetap memiliki potensi antibakteri melalui mekanisme penghambatan protein target bakteri.
PENERAPAN DAGUSIBU DAN IMPLEMENTASI PENGGUNAAN TOGA UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH PADA AISYIYAH RANTING PERENG Irma Susanti; Afiv Wahyudi; Septian Dwi Mulyana; Popy Dwi Permata Sari; Vivi Tri Rusdiana Putri Jayanti; Haeny Sholichatin; M. Miftakhul Akhyar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.54169

Abstract

Kebanyakan masyarakat di Dusun Pereng saat ini lebih memilih pengobatan yang dilakukan sendiri atau swamedikasi, biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, cacingan, diare, penyakit kulit dan lain-lain. Untuk menghindari medication error, maka masyarakat perlu mengenal DAGUSIBU meliputi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Selain swamedikasi secara mandiri masyarakat lebih suka menggunakan bahan alami seperti jahe, serai, temulawak dan kunyit karena mudah didapat dan dapat digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh, bahan alam dianggap lebih sedikit menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan penerapan DAGUSIBU dan pengelolahan TOGA untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan memberikan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan jamu dari TOGA. Metode yang digunakan yaitu ceramah, demonstrasi pemanfaatan TOGA, dan evaluasi. Kegiatan ini menggunakan kuisoner yang telah tervalidasi pada penelitian (Cholifatun et al., 2020). Untuk melihat perbandingan tingkat pegetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan, serta sebagai indikator keberhasilam kegiatan ini yang diolah menggunakan pengujian diskriptif. Hasil dari kegiatan ini masyarakat lebih memahami penerapan DAGUSIBU dan pemanfatan TOGA yang dapat digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan rata-rata nilai pre-test yang didapat sebesar 81% dan pada rata-rata nilai post-test didapat sebesar 95%. Dari hasil tersebut, terdapat peningkatan sebesar 14% dari nilai pre-test dan post-test yang menandakan masyarakat dapat memahami mengenai materi yang disampaikan, terbukti dari peningkatan nilai yang didapat.
STUDI IN SILICO NANOPARTIKEL PERAK BUNGA TELANG SEBAGAI ANTIBAKTERI Septian Dwi Mulyana; Nur An Nitta Rizki Fanani; Thiya Rahma Karina; Khoirun Niswatunnisa Niswatunnisa; Nadine Detta Rezza Nevanda; Septiara Dwi Ariyanti
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 6 No 1 (2026): Mei (2026)
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Antibakteri adalah senyawa dengan kemampuan memperlambat dan menginaktivasi bakteri patogen yang menjadi sumber dari infeksi. Jenis bakteri yang sering ditemukan yaitu Staphylococcus aureus, Salmonella spp., Klebsiella spp., Escherichia coli dan Streptococcus pyogenes yang dapat menimbulkan gejala seperti peradangan hingga pembentukan abses. Nanopartikel perak (AgNP) merupakan partikel logam dengan ukuran 1–100 nm yang dikenal memiliki potensi antibakteri tinggi. Nanopartikel perak memerlukan reduktor untuk membantu terjadinya interaksi kimia (sintesis), sehingga dapat menjadi AgNP. Dalam proses pembentukan AgNP, diperlukan adanya agen pereduksi yang berperan untuk membantu terjadinya interaksi kimia (sintesis), sehingga ion perak (Ag⁺) dapat berubah menjadi nanopartikel perak (AgNP). Clitoria ternatea atau bunga telang digunakan sebagai bahan aktif dalam sintesis nanopartikel perak berbasis green synthesis yang ramah lingkungan, di mana senyawa flavonoid berperan sebagai agen reduktor dan penstabil. Tujuan: Untuk mengetahui potensi nanopartikel perak bunga telang sebagai agen antibakteri melalui pendekatan studi in silico. Metode: Dalam pengembangan senyawa antibakteri untuk mengidentifikasi kemungkinan interaksi molekuler keterikatan senyawa pada protein target. Hasil: Hasil docking menunjukkan bahwa senyawa Quercetin memiliki nilai binding affinity sebesar -5,96 kkal/mol pada reseptor 6J90, mengindikasikan afinitas ikatan lebih tinggi dibanding ligan alaminya (2,71 kkal/mol). Simpulan: Berdasarkan hasil yang didapatkan bahwa senyawa Quercetin dari nanopartikel perak bunga telang memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai kandidat antibakteri efektif.